Boyolali, NU Online
Banyak warga Nahdliyin yang merasa bangga atas pilihannya untuk masuk ke Nahdlatul Ulama (NU) dan banomnya sebagai wadah perjuangan. Namun, kebanggan tersebut semestinya juga dapat ditularkan kepada orang lain dan generasi sesudahnya.<>
“Apa alasan bangga terhadap NU? Apa yang luar biasa dari NU dibanding yang lain?” tanya ketua Lajnah Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Boyolali, Imam Fajarudin, di depan peserta bedah buku “Mengapa Harus NU” di NU Center Simo Boyolali, Ahad (1/6).
Hal tersebut menurutnya penting, terkait dengan pewarisan konsep ke-NU-an kepada generasi mendatang. “Bangga harus dilandasi dengan argumen logis, agar dapat diwariskan ke anak-anak sekarang yang semakin kritis,” tegasnya.
Imam menerangkan, setidaknya ada empat alasan yang dapat dibanggakan dalam NU. Pertama, NU sebagai media paling praktis dan lengkap menuju derajat tinggi di sisi Allah. “Di NU lengkap yakni meliputi, syariat-hakikat-makrifat,” terangnya.
Faktor kedua, yakni fiqih di NU mendapatkan legitimasi dari rasul. Ketiga, NU merupakan pengusung ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja). “Terakhir, NU telah terbukti dari dulu, mampu menjadi benteng penyelamat Aswaja,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Anam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua