Manfaatkan Dana Stimulus, PCNU Banjar Kalsel Targetkan Penguatan Organisasi hingga Tingkat Kecamatan
NU Online · Ahad, 17 Mei 2026 | 16:00 WIB
Lailatul Ijtima sebagai ajang silaturahmi, khataman Kitab Mir'atuttulab karya KH Abdul Qadir bin Hasan (Guru Tuha) dan Diskusi ke-NU-an Sabtu, (16/5/2026) malam di Aula Guru Tuha Gedung NU Banjar lantai Tiga Martapura.
Ahmad Mursyidi
Kontributor
Banjar, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan mengggelar Lailatul Ijtima sebagai ajang silaturahmi, khataman Kitab Mir'atuttulab karya KH Abdul Qadir bin Hasan (Guru Tuha) dan Diskusi ke-NU-an Sabtu, (16/5/2026) malam di Aula Guru Tuha Gedung NU Banjar di Martapura.
Wakil Ketua Tanfiziyah PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Muhammad Jauhari menyampaikan telah menganggarkan dana stimulus untuk mendukung roda organisasi dan kegiatan di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).
"Program ini merupakan tindak lanjut hasil amanat Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Banjar tahun 2025 dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Kabupaten Banjar tahun 2026," katanya
Ia membacakan ketentuan mengenai dana tersebut sebagai berikut:
1. Besaran Pagu.
Masing-masing MWC NU se-Kabupaten Banjar dialokasikan dana kegiatan sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).
2. Mekanisme Pencairan.
Dana tersebut dapat dicairkan melalui pengajuan proposal kegiatan resmi yang menguraikan gambaran kegiatan lengkap dengan uraian anggaran dana riil (Rencana Anggaran Biaya/RAB) per kegiatan yang akan dilaksanakan.
3. Format Panduan.
Format, sistematika, dan petunjuk penyusunan proposal wajib mengikuti template yang telah disediakan
"Mengingat pentingnya program ini demi syiar dan penguatan jam'iyyah di tingkat kecamatan, maka kami menghimbau kepada seluruh jajaran MWC NU se-Kabupaten Banjar untuk segera menyusun dan mengajukan proposal kegiatan tersebut kepada PCNU Kabupaten Banjar," terangnya
Ia juga menjelaskan petunjuk teknis dan penjelasan alokasi dana kegiatan MWC NU se-Kabupaten Banjar
"MWCNU merupakan ujung tombak penggerak jam'iyyah dan jama'ah di tingkat kecamatan. Keberhasilan program kerja Nahdlatul Ulama secara keseluruhan sangat bergantung pada keaktifan dan kemandirian struktur organisasi di tingkat MWC hingga Pengurus Ranting (PR)," jelasnya
Namun, menurutnya PCNU Kabupaten Banjar menyadari bahwa salah satu kendala klasik yang sering dihadapi oleh pengurus MWC dalam merealisasikan program kerjanya adalah keterbatasan stimulus pendanaan.
"Oleh karena itu, sebagai wujud tanggung jawab keorganisasian dan upaya stimulan untuk menghidupkan kegiatan keagamaan, sosial, serta kaderisasi di tingkat kecamatan, PCNU Kabupaten Banjar mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 10.000.000 untuk masing-masing 20 MWC NU," ungkapnya
Ia mengatakan bahwa pemberian dana ini berbasis performa dan akuntabilitas melalui pengajuan proposal riil.
"Pemberian alokasi dana kegiatan MWCNU ini didasarkan pada keputusan-keputusan resmi organisasi," jelasnya
Adapun alokasi dana kegiatan MWCNU yang didasarkan pada keputusan-keputusan resmi organisasi sebagai berikut:
- Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Nahdlatul Ulama hasil Muktamar Ke-34 NU.
- Peraturan Perkumpulan dan Pedoman Adminisrasi Nahdlatul Ulama Hasil Konferensi Besar (Konbes) NU Tahun 2022
- Amanat Keputusan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kabupaten Banjar tahun 2025 mengenai Garis-Garis Besar Program Kerja.
- Keputusan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Kabupaten Banjar tahun 2026 tentang Rencana Realisasi Program Kerja
- Hasil Rapat Anggaran Pendapatan dan Belanja NU (RAPBNU) Tingkat Cabang Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026.
"Program alokasi dana kegiatan ini pertama bertujuan untuk memberikan stimulan finansial bagi MWC NU agar dapat menjalankan roda organisasi secara konsisten," katanya.
Kedua, mendorong tertib administrasi, transparansi, dan akuntabilitas di lingkungan MWC NU melalui pembiasaan pembuatan proposal dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang riil.
"Ketiga, memastikan program kerja PCNU Kabupaten Banjar dapat tersinkronisasi dan terlaksana dengan baik hingga ke tingkat kecamatan dan desa," jelasnya
Keempat, menghidupkan syiar Aswaja An-Nahdliyah dan pelayanan sosial kepada jama'ah NU di akar rumput atau Nahdliyin kultural.
"Target yang ingin dicapai melalui program ini pertama terlaksananya minimal 1 hingga 3 kegiatan strategis berskala kecamatan oleh setiap MWC NU se-Kabupaten Banjar dalam satu periode anggaran ini," terangnya
Kedua, terwujudnya kemandirian manajemen organisasi MWC NU yang mampu merencanakan anggaran secara rasional dan riil. "Ketiga, meningkatnya konsolidasi organisasi antara PCNU, MWC NU, hingga Pengurus Ranting (PR) NU melalui momentum pelaksanaan kegiatan, terangnya
Ia juga menjelaskan bahwa dana alokasi ini disarankan untuk digunakan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat menyentuh langsung kepentingan jam’iyah dan jama'ah, penguatan ideologi, serta penguatan institusi.
"Semoga penjelasan ini bermanfaat dan mendatangkan kebaikan yang sebesar-besarnya bagi jam’iyah dan jama’ah nahdliyyin di Kabupaten Banjar," harapnya
Menurutnya, program ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa ada kerjasama yang serasi dari semua pihak.
"Untuk itu marilah kita sama-sama memperbaharui niat dan semangat kita untuk berkhidmat kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama yang mulia ini," tutupnya
Sementara itu, Ketua Tanfiziyah, Ustadz Nuryadi mengharapkan dana tersebut betul-betul digunakan semaksimal mungkin sesuai kondisi dan kapabilitasnya di kecamatan masing-masing.
"Selama berjalan NU belum pernah MWC dapat anggaran dari cabang. Oleh karena itu, dana hibah perdana ini betul-betul kita jalankan dan harus dipertanggung jawabkan," katanya
Ia berharap program ini akan dijadikan agenda tahunan yang disesuaikan dengan kemampuan dana dicabang.
"Insyaallah tetap kami alokasikan ke mwc agar ke depannya berbagai kegiatan kita terlaksana," tutupnya
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
Terkini
Lihat Semua