Malang, NU Online
“Jika kau bukanlah seorang anak raja, maka menulislah.” (Hujjatul Islam al-Ghazali)<>
Menjadi seorang penulis adalah mimpi seorang Royhan Rikza. Alumni pesantren ini menggeluti dunia tulis menulis sedari duduk di bangku pesantren. Mimpinya dulu, bisa menjadi penulis kondang dan menerbitkan banyak buku.
Kini pada usia yang terhitung belia pada semester enam pendidikan bahasa Arab di satu perguruan tinggi, remaja asal Lampung ini melaunching buku pertamanya, Senin (22/04).
Tidak muluk-muluk, kumpulan cerpen yang berjudul “Berbicara kepada Tuhan, Catatan Harian Santri Tempe” ini tak ubahnya note sosok Royhan dalam keseharian.
Royhan mengaku, menulis semua akivitasnya termasuk beberapa kajian-kajian di IPPNU, Seminar, dan STF al-Farabi.
Royhan mengisahkan, perjalanan panjang dari masa-masa belajar di pesantren hingga perkuliahan. Menurutnya benturan-benturan yang kuat yang dihadapi, Royhan tulis dalam bentuk cerpen, hingga terkumpul lebih dari seratus judul. Beruntung salah satu penerbit menerima karya Royhan.
Ketika ditanya kenapa “Santri Tempe”, menurutnya “Tempe” adalah ciri khas Indonesia yang bisa diolah apa saja, dari mendol, lauk, keripik, hingga sekarang brownis tempe. Dari situlah Royham mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh warna dan lika-liku dalam menghadapi suatu permasalahan yang menututnya menjadi apa saja.
“Menjadi sosok santri haruus fleksibel dan moderat hingga bisa diterima masyarakat” paparnya dalam launching & bedah buku perdana karyanya di Masjid Ulul al-Bab, UIN Malang.
Sementara itu, sang pembanding Tamim Mullah mengemukakan, jika penulis macam Royhan bisa ditemukan di banyak tempat, hanya untuk bisa konsisten dan membukukannya yang jarang.
“Karya kader NU yang satu ini patut mendapatkan apresiasi yang besar, karya ini bisa menjadi pemantik penulis-penulis lain untuk terus berkarya,” pujinya dalam forum bedah buku.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Diana Manzila
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua