IPNU-IPPNU Jangan Sampai Terseret Politik Praktis
NU Online · Selasa, 28 Oktober 2014 | 15:12 WIB
Pati, NU Online
Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Jawa Tengah KH. Abdul Ghoffar Rozin mengingatkan IPNU- IPPNU supaya tidak terseret pada ranah politik praktis. Kader NU harus fokus memperkuat program kaderisasi sehingga menjadi harapan NU di masa depan.
<>
KH Abdul Ghoffar menyampaikan hal itu dalam acara seminar bertema "Internalisasi nilai-nilai karakter Aswaja untuk generasi yang berakhlak" pada Sabtu (25/10) di kampus STAIMAFA Pati. Seminar dalam rangka Konferensi Cabang X IPNU-IPPNU Pati ini juga menghadirkan pembicara M. Rikza Chammami (Dosen IAIN Walisongo Semarang) dan Rijal Mumazziq (Pembina PW IPNU Jatim).
KH Abdul Ghoffar Rozin yang juga ketua STAIMAFA Pati ini menambahkan IPNU-IPPNU merupakan gerbang awal dari pengkaderan di tubuh NU sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih khusus sehingga prosesnya bisa berjalan dengan baik dan terarah.
"Out putnya, seluruh kader IPNU-IPPNU nantinya bisa menjadi problem solver bagi lingkungan internal komisariat, ranting, PAC, dan anggota maupun bagi masyarakat secara luas," ujar Gus Rozin panggilan akrab pembina IPNU Pati ini.
Dosen IAIN Walisongo Semarang M. Rikza Chammami mengajak kader IPNU-IPPNU untuk menginternalisasikan konsep dasar Aswaja berupa tasamuh, tawassuth, tawazun, i'tidal dengan tindakan sehari-hari seperti membaca Barzanji, tahlil, ziarah kubur. Kader IPNU-IPPNU harus berani belajar belajar, ihlas berjuang serta bertaqwa.
"Jika ihlas dalam ber-IPNU-IPPNU maka insya Allah akan berkah," tandasnya.
Sementara pembicara ketiga, Rijal Mumazziq, M.HI lebih banyak menjelaskan tentang sejarah perjuangan ulama NU dalam mengobarkan semangat nasionalisme. Dituturkan, ulama NU seperti KH Hasyim Asy'ari memiliki peran sentral memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
"Waktu itu, Bung Karno sowan kepada Mbah Hasyim (pendiri NU) bertanya hukum membela tanah air. Mbah Hasyim menjawab dengan seruan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, seruan wajib melawan penjajah," terangnya.
Rizal juga mendorong pelajar NU untuk bisa menerjemahkan buku 40 hadis tentang Aswaja yang ditulis oleh KH. Hasyim Asy'ari. Sebab, buku tersebut sebagai modal landasan dasar bagi para kader IPNU-IPPNU.
Usai seminar pendidikan, kegiatan dilanjutkan dengan sidang-sidang Konferensi Cabang yang salah satu agendanya memilih ketua baru IPNU-IPPNU kabupaten Pati periode 2014-2016. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua