IPNU-IPPNU Masuk Kampus Bukan Sekedar Euforia
NU Online · Selasa, 12 Februari 2019 | 07:30 WIB
Jember, NU Online
Kehadiran IPNU-IPPNU di sejumlah pergguruan tinggi, diharapkan tidak hanya sebagai formalitas dan sekedar buat euforia dalam berorganisasi, namun yang lebih penting adalah menjadi benteng dari masuknya berbagai aliran sesat dan gerakan radikal yang belakangan terindikasi marak ‘menyerang’ kampus.
Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ardi Wiranata saat memberikan pengarahan dalam Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas Islam Jember (UIJ) di gedung Yayasan Miftahus Sa’adah, Dusun Durjo, Desa Karangpring, Sukorambi, Jember, Jawa Timur, Senin (11/2).
Menurutnya, tugas IPNU-IPPNU saat ini cukup berat, karena tantangan yang dihadapi juga berat. Kalau dulu, anggota IPNU-IPPNU hanya fokus penataan organisasi dan pembekalan seperlunya, tapi sekarang harus lebih gesit dan peka dalam membaca hadirnya aliran-aliran yang sesat, sekaligus mencari cara untuk menghadangnya.
“Ini tugas mulia yang wajib dilakukan. Arah perjuangan PKPT harus ditata sejak awal agar tidak terjadi miskomunikasi atau tumpang tindih gerakan,” ucapnya.
Sementara itu, pembina PKPT IPNU-IPPNU UIJ, Solehuddin berharap agar Makesta tersebut menjadi tonggak baru bagi berkembangnya IPNU-IPPNU di Kabupaten Jember.
“Saya bersyukur karena Makesta sudah lama tidak saya jumpai di sini (UIJ),” ucapnya.
Makesta yang berlangsung selama dua hari tersebut, diikuti oleh 40 mahasiswa dari berbagai fakultas di UIJ (Red: Aryudi AR).
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua