ISNU Aceh Dorong Kader NU Perkuat Diplomasi dan Jejaring Strategis
NU Online · Senin, 2 November 2026 | 07:00 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Banda Aceh, NU Online
Sekretaris Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh, Rahmad Syah Putra, mendorong kader Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat kemampuan diplomasi dan memperluas jejaring strategis untuk meningkatkan kontribusi organisasi serta mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.
Menurut Rahmad, kader NU perlu meningkatkan kapasitas intelektual, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Rahmad saat menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Aceh. Acara berlagsung di Gedung PGRI Aceh, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Dalam materi bertajuk Teknik Lobbying dan Penguatan Networking dalam Organisasi Kepemudaan, Rahmad mengatakan, kader muda NU tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan pemahaman keagamaan. Mereka juga perlu menguasai diplomasi, komunikasi persuasif, serta pengembangan jejaring yang berorientasi pada kemajuan organisasi dan kemaslahatan masyarakat.
"Kader muda NU tidak boleh hanya jago di tataran wacana internal, tetapi harus mampu keluar membangun jembatan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Lobbying dan networking pada dasarnya adalah seni membangun kepercayaan untuk melahirkan manfaat yang lebih luas bagi organisasi dan masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, diplomasi dan penguatan jejaring bukan sekadar upaya memperbanyak relasi, melainkan proses membangun kepercayaan, memperkuat kredibilitas, dan membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata.
Menurutnya, organisasi kepemudaan berpotensi menjadi kekuatan sosial apabila kader mampu menghubungkan gagasan, sumber daya, dan peluang kolaborasi secara efektif.
Dalam pemaparannya, Rahmad menguraikan lima aspek yang perlu dikembangkan kader untuk memperkuat kapasitas diplomasi dan jejaring organisasi.
Pertama, membangun jejaring sebagai modal sosial yang berlandaskan nilai, integritas, dan kredibilitas. Hubungan yang dibangun harus memiliki tujuan jelas serta memberikan manfaat berkelanjutan.
Kedua, menguasai teknik lobi persuasif dengan mengedepankan data, fakta, etika, dan pendekatan yang saling menguntungkan. Keterampilan ini diperlukan agar kader mampu menyampaikan gagasan secara meyakinkan tanpa mengabaikan kesantunan.
Ketiga, memetakan mitra strategis melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas.
Keempat, mengoptimalkan jaringan alumni dan kemitraan lintas sektor untuk memperluas kontribusi organisasi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Kelima, memperkuat komunikasi asertif dan diplomasi berkelanjutan agar kader mampu menyampaikan aspirasi secara tegas, terstruktur, sekaligus menghormati perbedaan pandangan.
Rahmad juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai landasan dalam membangun komunikasi dan kerja sama, terutama prinsip tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal.
"Penguatan kapasitas kader tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda NU yang tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga terampil membangun jejaring, mengembangkan kepemimpinan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat," paparnya.
Ia menambahkan, pembekalan berlangsung interaktif melalui diskusi dan simulasi diplomasi. Peserta berkesempatan mempraktikkan penyusunan strategi komunikasi, penyampaian gagasan, serta pendekatan dalam membangun hubungan dengan mitra strategis.
"Melalui kegiatan tersebut, kader IPNU diharapkan semakin percaya diri, inovatif, dan mampu mengembangkan kolaborasi yang berdampak nyata bagi kemajuan organisasi serta masyarakat luas," pungkas Rahmad dalam kegiatan yang itu diikuti 32 kader IPNU dari sejumlah pimpinan cabang (PC) kabupaten/kota di Aceh.
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Kasasi Dikabulkan, MA Batalkan Putusan PTUN Terkait Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran
3
Banjir di Medan Rendam 2.200 Rumah, 7.930 Warga Terdampak
4
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
5
Presiden Prabowo: Korupsi dan Penyelewengan adalah Awal Kehancuran Bangsa
6
Di Istanbul, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo Serukan Kepedulian terhadap Krisis Lingkungan dan Kemanusiaan
Terkini
Lihat Semua