Jangan Golput, Ini Ciri Capres-Cawapres GP Ansor Rembang
NU Online · Senin, 23 Juni 2014 | 02:06 WIB
Rembang, NU Online
Menjelang pemilihan Presiden Republik Indonesia, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rembang Jawa Tengah, mengadakan rapat konsolidasi organisasi di hotel Puri Indah Ahad (22/6) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri segenap pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang.
<>
Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Rembang H Sumarsono Sugeng dalam sambutanya mengatakan, bahwa kader Nahdlatul Ulama di Rembang harus tampil mensukseskan pemilihan presiden 2014.
“Kita sebagai generasi NU yang paling depan harus ikut berperan mensukseskan pesta demokrasi. Kader dan pengurus GP Ansor tidak boleh ikut golongan putih (golput). Satu suara menentukan nasib rakyat Indonesia kedepan,” tuturnya.
Kata Sumarsono rapat konsolidasi ini hanya memerlukan waktu satu hari untuk melakukan persiapan. Menurutnya itu sebagai tolak ukur seberapa besar komitmen para keder Gerakan Pemuda Ansor di Rembang dalam berorganisasi.
“Saya hanya ingin tahu, mana kader Ansor yang mempunyai komitmen dalam berorganisasi, dan mana kader yang hanya “anot grubyok rangerti rembuk (ikut-ikutan tak tau apa-apa, red.),” katanya.
Dalam pidato selama 20 menit itu, Sumarsono menambahkan, Ansor harus memilih calon pemimpin yang layak untuk dipilih. Artinya pemimpin yang mempunyai karakter kepemimpinan dan punya komitmen untuk mengapdikan diri kepada masyarakat, dan merasakan apa yang dirasakan rakyatnya.
Hal senada juga di sampaikan oleh ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Cabang Rembang KH Ahmad Sunarto, bahwa kader NU harus memilih pemimpin yang mempunyai latar belakang Ahlussunnah wal -Jama’ah. Serta mempunyai jejak yang bagus ketika menjadi seorang pemimpin. (Ahmad Asmu’i/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua