Ketua PWNU Sulsel Dorong LKKNU Hadir Atasi Persoalan Keluarga, dari Pinjol hingga KDRT
NU Online · Rabu, 4 November 2026 | 12:00 WIB
Makassar, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan AGH Prof Hamzah Harun Al-Rasyid Hamzah menyampaikan bahwa persoalan keluarga saat ini semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan. Karenanya, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) diharapkan mampu menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian LKKNU antara lain jeratan pinjaman online (pinjol), stunting, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), edukasi sejak usia dini, pendidikan keluarga, keluarga berencana, hingga kesehatan keluarga.
Baca Juga
PWNU Sulsel Prioritaskan Penguatan SDM
"LKKNU perlu hadir di tengah persoalan tersebut. Bagaimana lembaga ini dapat memberikan kontribusi nyata, menghadirkan edukasi, pendampingan, dan program yang memberikan maslahat serta manfaat bagi umat, khususnya dalam bidang keluarga," katanya di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/11/2026).
Ia juga mendorong LKKNU membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar program pemberdayaan keluarga tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
Gurutta Hamzah juga menyambut baik rencana kegiatan LKKNU Sulsel dan menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam acara Gerakan Pesantren untuk Keluarga Maslahah yang akan digelar di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar pada Kamis (12/11/2026).
Ketua LKKNU Sulsel Kamaruddin Mustamin menjelaskan, Gerakan Pesantren untuk Keluarga Maslahah merupakan bagian dari program penguatan peran pesantren dalam membangun keluarga yang harmonis, berdaya, dan memiliki ketahanan menghadapi berbagai tantangan sosial. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi LKKNU dalam memperluas kemitraan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI. LKKNU Sulsel juga berharap Ketua PWNU Sulsel berkenan hadir untuk memberikan arahan sekaligus dukungan terhadap gerakan pemberdayaan keluarga tersebut.
"Kami menyampaikan perkembangan kelembagaan sekaligus program dan rencana kegiatan LKKNU Sulsel. Kami berharap Gurutta Ketua PWNU Sulsel berkenan hadir pada kegiatan Gerakan Pesantren untuk Keluarga Maslahah, sekaligus memberikan penguatan bagi gerakan ini," ungkap Kamaruddin.
Menurutnya, pesantren memiliki potensi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keluarga yang berkualitas dan berkemaslahatan. Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan penguatan nilai-nilai keluarga.
Silaturahmi tersebut menjadi momentum konsolidasi antara LKKNU dan PWNU Sulsel dalam memperkuat khidmat Nahdlatul Ulama. Melalui penguatan peran keluarga, LKKNU diharapkan mampu mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus membangun masyarakat yang lebih sehat, harmonis, dan sejahtera.
Terpopuler
1
Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
2
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
3
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Banjir di Aceh Utara, Ansor Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
6
Kukuhkan Majelis Masyayikh 2026-2031, Menag Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
Terkini
Lihat Semua