Koin Muktamar Hadir di Sekolah Tashwirul Afkar Surabaya
NU Online · Jumat, 28 Februari 2020 | 16:30 WIB
Suasana Penggalangan Donasi Koin Muktamar di Sekolag Tashwirul Afkar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/2). (Foto: LAZISNU Surabaya)
Abdul Rahman Ahdori
Kontributor
Seperti biasa, ratusan siswa dan siswa serta dewan guru mendonasikan sedikit dari rezekinya di Kotak Koin Muktamar. Sekolah Taswirul Afkar Kota Surabaya berkomitmen mensukseskan Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 22 Oktober mendatang. Karena itu, mereka antusias menyambut kehadiran Tim Kirab Koin Muktamar.
Perwakilan Yayasan Tashwirul Afkar Kota Surabaya, Hj Tahniah Mudjri merasa bersyukur para siswa dan siswi antusias menyambut kedatangan tim Kirab Koin Muktamar NU dari NU Care-LAZISNU Kota Surabaya.
Menurutnya, kehadiran tim Koin Muktamar dapat memberikan pendidikan kepada para siswa terutama agar mereka gemar bersedekah.
"Mereka tadi sangat terlihat antusias sekali bisa berpartisipasi demi suksesnya Muktamar ke-34 NU mendatang. Memang jam'iyah NU sudah seharusnya mandiri," katanya.
Bagi dia, hadirnya Koin Muktamar NU di Sekolahan Tashwirul Afkar juga sebagai napak tilas NU yang dilahirkan para ulama di Kota Surabaya 94 tahun silam.
"Untuk menguatkan sejarah kembali kepada siswa-siswi bahwa embrio berdirinya NU adalah Tashwirul Afkar," jelasnya.
Ditempat yang sama, Ketua NU Care-LAZISNU Kota Surabaya, Yusuf menegaskan tujuan Kirab Koin Muktamar di Tashwirul Afkar untuk mengobarkan spirit perjuangan NU. Dengan model seperti itu para jamaah NU semakin terdorong agar membudayakan kemandirian organisasi.
"Untuk itu saya ingin menyampaikan pesan ini kepada Nahdliyin seluruh Indonesia, mari kita sukseskan Koin Muktamar ke-34 NU pada Oktober 2020 mendatang," pungkasnya.
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua