Diikuti Ratusan Kader, PD PKPNU Siapkan Pemimpin Aswaja Masa Depan
NU Online · Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali saat menyampaikan sambutan pada PD-PKPNU II Pidie Jaya, Aceh, Jumat (7/8/2026). (Foto: istimewa)
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Pidie Jaya, NU Online
Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II PCNU Pidie Jaya diikuti 569 peserta dari 648 orang yang mendaftar. Jumlah tersebut menjadi catatan besar dalam pelaksanaan kaderisasi NU di Aceh sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme warga Nahdliyin terhadap penguatan kaderisasi organisasi.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kabupaten Pidie Jaya, diarahkan untuk menyiapkan kader yang memiliki pemahaman ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), kemampuan berorganisasi, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Abu Sibreh mengatakan kaderisasi merupakan bagian penting dari upaya NU menggerakkan masyarakat untuk bersatu dalam akidah Aswaja.
“Pengkaderan ini bertujuan menggerakkan masyarakat untuk bersatu dalam akidah Aswaja,” ujarnya, Jumat, (7/8/2026).
Ia mengapresiasi PCNU Pidie Jaya serta pimpinan Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, proses kaderisasi membutuhkan kesabaran dan kesungguhan karena para peserta sedang dipersiapkan menjadi generasi penerus perjuangan NU.
“Pengkaderan harus sabar. Peserta hari ini adalah yang akan menggantikan kami pada masa yang akan datang sebagai pemimpin Aswaja,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Pidie Jaya Tgk Ikhwani mengatakan pelaksanaan PD-PKPNU II merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan NU, khususnya di Pidie Jaya.
Pemilihan Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng sebagai lokasi kegiatan juga memiliki alasan khusus, salah satunya sebagai bentuk tabarruk kepada Abu Kuta, ulama kharismatik Aceh yang memiliki hubungan erat dengan tradisi keilmuan dayah.
“Ini adalah investasi jangka panjang, khususnya bagi warga Pidie Jaya,” katanya
Ia menjelaskan, kaderisasi tersebut diarahkan untuk melahirkan tiga karakter utama kader NU, yakni kader yang memiliki ideologi Aswaja, kader yang mampu berorganisasi, dan kader yang berdampak bagi masyarakat.
“Inti NU adalah istiqamah dan khidmat. Karena itu, kader tidak cukup hanya memahami organisasi, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi umat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi yang berhalangan hadir, diwakili Sekretaris Daerah melalui Asisten Administrasi Umum Helmi.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengapresiasi PCNU Pidie Jaya yang telah menyelenggarakan kaderisasi dengan jumlah peserta yang besar.
Pemerintah berharap kader yang lahir dari proses tersebut mampu menjadi generasi yang bermartabat dalam agama, memperkuat moderasi beragama, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah Pidie Jaya mengapresiasi kegiatan ini. Semoga melahirkan kader-kader yang bermartabat dalam agama, menjadi penguat moderasi beragama dan mitra pemerintah,” ujar Asisten Administrasi Umum Helmi mewakili Bupati.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan NU menjadi modal penting dalam membangun masyarakat Pidie Jaya yang religius dan memperkuat visi Pidie Jaya Bersyariat.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti kaderisasi dengan sungguh-sungguh dan disiplin agar ilmu serta pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menambahkan, PD-PKPNU II PCNU Pidie Jaya diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan kaderisasi, tetapi menjadi titik awal lahirnya generasi baru NU yang berideologi Aswaja, memiliki kapasitas organisasi, istiqamah dalam khidmat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 5 Dosa yang Sering Diremehkan, tetapi Berat Pertanggungjawabannya
2
Khutbah Jumat: Bahaya Hoaks dan Dosa Menyebar Informasi Palsu
3
Sejumlah Bakal Calon Ketua Umum PBNU Hadiri Peluncuran Buku Kiai Ma'ruf Amin
4
5,7 Juta Jamaah Haji Tunggu Terima Nilai Manfaat dari BPKH Senilai Rp2,06 Triliun
5
454 Kasus DBD di Tapanuli Tengah, 5 Warga Meninggal Dunia
6
Sambut Muktamar ke-35 NU, MA IPNU Gelar Diskusi Panel Undang Bakal Calon Ketum PBNU
Terkini
Lihat Semua