Kolaborasi Pertunjukan Gamelan Bleganjur dan Hadrah Digelar di Bali
NU Online · Jumat, 15 Desember 2017 | 11:04 WIB
Ada yang berbeda dari Pemuteran Bay Festival tahun 2017 kali ini. Kegiatan promosi pariwisata di Kabupaten Buleleng ini tidak hanya menampilkan potensi wisata, tapi juga menyampaikan semangat kebersamaan dengan mengangkat Tema Pemuteran Harmony Colaborations.
Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah penampilan kesenian bleganjur yang dikolaborasikan dengan kesenian hadrah pada Rabu (13/12). Bleganjur yang merupakan gamelan Bali merepresentasikan Hindu, sementara Islam direpresentasikan melalui kesenian hadrah.
Syarifuddin Ary, pemain hadrah yang juga Ketua Ranting GP Ansor Pemuteran mengaku bangga bisa turut andil dalam mengampanyekan keharmonisan pada even ini.
"Alhamdulillah kami diberi ruang untuk tampil pada festival tahun ini sehingga kita pergunakan untuk menyampaikan pesan persaudaraan" terangnya.
Ia mengatakan, tidak ada kesulitan yang berarti untuk menyatukan irama musik antara bleganjur dan hadrah. Menurutnya, ada penyesuaian-penyesuaian yang kemudian menghasilkan alunan yang indah sehingga penampilan kesenian kolaborasi yang tak biasa ini mendapat apresiasi dari ribuan penonton yang hadir.
"Kampanye keharmonisan melalui seni itu sangat efektif. Jadi kami sama-sama berharap ini bisa terus dikembangkan, dan setidaknya kami di sini memiliki pandangan yang sama tentang hubungan sosial dan kebangsaan," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Pemuteran Bay Festival 2017 dilaksanakan pada 13-16 Desember 2017 di Desa Wisata Pemuteran Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Festival ini merupakan salah satu even andalan di Bali Utara dengan potensi wisata bawah laut. Masyarakat di daerah ini sangat majemuk sehingga tema-tema yang diangkat selalu terkait keharmonisan. (Abraham Iboy/Alhafiz K)
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua