Karanganyar, NU Online
Sesuai perubahan anggaran dasar dan rumah tangga NU pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karanganyar menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dalam suksesi kepemimpinan selanjutnya.<>
Mekanisme musyawarah mufakat tersebut diberlakukan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-4 yang diselenggarakan di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Karanganyar, Ahad (11/10).
Dengan menggunakan sistem Ahwa, maka ke-17 Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Kabupaten Karanganyar mengusulkan sebanyak 6 kiai yang layak menjadi anggota Ahwa.
Dari Pantauan NU Online, dalam tahapan pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi, tercatat ada 11 nama calon. 7 besar di antaranya KH Abdullah Saad (16 suara), KH Drs. Ahmad Hudaya, M.Ag (16 suara), Kiai Abdul Khalik (11 suara), Kiai Ahmad Asyrofi (14 suara), dan Kiai Nuril Huda (9 suara), Kiai Bunyamin (9 suara) dan Kiai Agus Muhammad Yusron (9 suara).
Dari musyawarah 7 anggota Ahwa, maka KH Drs. Ahmad Hudaya, M.Ag terpilih menjadi Rais Syuriyah PCNU Karanganyar menggantikan KH Damsiri. Kemudian tim Ahlul Halli wal Aqdi, merekomendasikan hanya 1 calon nama Ketua Tanfizdiyyah, yaitu Ir Khusaini Hasan.
Karena tim Ahwa hanya memilih satu calon, maka secara otomatis Ir Khusaini Hasan terpilih secara aklamasi .
Ketua Sidang Pleno pemilihan ketua Tanfidziyah, HM Muzammil, dari PWNU Jawa Tengah, memutuskan KH Drs Ahmad Hudaya, M.Ag menjadi Rais Syuriyah dan Ir Khusaini Hasan menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Karanganyar, masa khidmat tahun 2015–2020. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
2
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
3
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
4
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
5
Khutbah Jumat: Tetap Membaca Al-Qur’an di Tengah Kesibukan Hidup
6
Khutbah Jumat: Mari Tingkatkan Kualitas dari Ibadah Personal Menuju Kepedulian Sosial
Terkini
Lihat Semua