Kopri Komisariat STFI Sadra Bedah Film “Samin vs Semen”
NU Online · Rabu, 13 Januari 2016 | 14:30 WIB
Jakarta, NU Online
Korps Pergerakan Mahasiswa PMII Putri (Kopri) Komisariat STFI Sadra melakukan diskusi dan bedah Film “Samin vs Semen” di Jakarta pada Jum’at (08/01).
<>
Film dokumenter yang berdurasi 39 menit 26 detik karya Dandhy Laksono ini menceritakan mengenai perlawanan orang-orang Samin terkait dengan pendirian PT Semen Gresik Indonesia dan Indocement Group, di Pati Jawa Tengah.
Dalam film tersebut dikaji bahwa alasan masyarakat Samin menolak adanya pendirian pabrik ini adalah demi kelangsungan kehidupan warga masyarakat yang mayoritas menggantungkan kehidupan mereka dengan bertani. Jika pabrik semen ini berdiri dikhawatirkan akan merusak sistem tanah dan perairan di daerah mereka dan tentu ini akan menjadi permasalahan di kemudian hari.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang peserta mengungkapkan bahwa pembangunan di Indonesia haruslah memerhatikan nilai-nilai kearifan lokal.
Yang juga menjadi perhatian dalam kasus ini adalah perjuangan perempuan dalam menyampaikan aspirasinya. Aspirasi yang diteriakkan para perempuan Samin ini menganalogikan bahwa hasil pertanian mereka ibarat ibu bagi mereka yang memberikan kehidupan untuk mereka dan anak cucu di kemudian hari. Inilah yang mereka sebut dengan tanah sebagai ibu pertiwi. Mengutip dari pesan yang disampaikan oleh perempuan Samin ”dhuwek kenek enthek tapi lek lemah yo ora” yang artinya uang bisa habis, tapi tidak untuk tanah. Mereka mempertahankan tanah mereka karena sesuai dengan dasar pemikiran mereka yaitu “kudhu weruh duwe’e dewe” yang artinya kita harus mengetahui apa yang kita miliki. (Della/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua