Lima Gampong di Aceh Utara Terendam Banjir, Ansor Minta Normalisasi Krueng Peuto Diprioritaskan
NU Online Ā· Rabu, 13 Mei 2026 | 10:30 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Aceh Utara, NU Online
Banjir akibat luapan Krueng Peuto kembali merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Senin (11/5/2026). Sedikitnya lima gampong terdampak dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu sejakĀ AhadĀ malam.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto mengatakan banjir terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Peuto yang dipicu tingginya curah hujan, termasuk dari kawasan Bener Meriah. Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak pada fasilitas pendidikan dan area persawahan masyarakat.
Gampong yang terdampak meliputi Gampong Kumbang, Dayah, Meunasah Krueng, Gelumpang, dan sejumlah wilayah sekitar bantaran sungai. Dua fasilitas pendidikan yakni SMP Negeri 4 Lhoksukon dan SD Negeri 9 Lhoksukon turut terendam banjir.
Ketua GP Ansor Aceh Utara, Adnal Fajri, menyampaikan keprihatinan terhadap banjir yang terus berulang di wilayah Lhoksukon dan sekitarnya. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa terus dianggap sebagai persoalan musiman tanpa solusi nyata dari pemerintah.
āBanjir yang terus terjadi setiap musim hujan harus menjadi perhatian serius semua pihak. Masyarakat tidak boleh terus hidup dalam kecemasan akibat ancaman banjir yang berulang,ā ujar Adnal Fajri.
Ia menilai normalisasi Krueng Peuto dan perbaikan tanggul yang rusak harus segera menjadi prioritas pemerintah daerah maupun pihak terkait guna mengurangi risiko banjir yang semakin meluas setiap tahun.
Menurut Adnal, pendangkalan sungai serta tanggul yang belum tertangani secara maksimal menjadi faktor penting yang memperparah luapan air ke permukiman warga dan fasilitas umum.
āKami berharap ada langkah cepat dan konkret untuk normalisasi sungai serta pembangunan tanggul permanen. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lambannya penanganan infrastruktur pengendali banjir,ā katanya.
Selain itu, Adnal juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di wilayah hulu masih cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan debit air kembali meningkat.
Ia turut mengapresiasi petugas gabungan yang masih melakukan pemantauan dan membantu masyarakat terdampak banjir di lapangan. Menurutnya, solidaritas sosial dan gotong royong sangat penting dalam membantu warga menghadapi kondisi darurat seperti saat ini.
āKita berharap banjir segera surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Namun yang lebih penting, harus ada solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang setiap tahun,ā tutupnya.
Terpopuler
1
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
2
Disertasi tentang Orientasi Doktrinal NU Antar Asikin Sumarto Raih Doktor di University of Jordan
3
Nasirun, Keluarganya, dan Tarekat
4
PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung 3.000 Lebih Peserta Muktamar Ke-35 NUĀ
5
Masuk Bursa Bakal Calon Ketua Umum PBNU, Ini Kiprah dan Profil KH Marsudi Syuhud
6
Baznas Ajak Elemen Bangsa Perkuat Persatuan melalui Gerakan Zakat
Terkini
Lihat Semua