Jember, NU Online
Wakil Ketua PCNU Jember, HM Misbahus Salam menegaskan, setidaknya ada lima hal yang harus dipenuhi untuk mencapai Indonesia yang aman, damai, sejahtera dan bermartabat. Kelima hal tersebut adalah konsep yang selalu digemakan oleh KH Hasyim Muzadi semasa hidupnya di berbagai kesempatan.
“Saya termasuk orang yang sering mendampingi perjalanan beliau (KH Hasyim Muzadi) baik dalam negeri maupun di luar negeri,” ucapnya saat memberikan tausiyah dalam Halal Bi Halal Forum Silaturrahim Lintas Agama di gedung Muslimat NU Jember, Jawa Timur, Rabu (19/6) malam.
Menurutnya, Indonesia bukan negara miskin. Sebab sumber kakayaan alamnya melimpah ruah. SDM (sumber daya manusia)-nya juga lumayan. Namun pengelolaanya masih belum optimal. Karena itu, dengan lima hal tersebut, Indonesia diharapkan terus bergerak menuju keadaan yang lebih baik.
“Kelima hal itu adalah kejujuran, amanah, keadilan, tolong-menolong, dan istiqamah. Jika ini bisa dijaga dan ‘diamalkan’ maka masyarakat akan baik, dan Indonesia akan baik dari segala sisi,” lanjutnya.
Kejujuran, katanya, merupakan modal utama dalam hidup berbangsa dan bernegara. Ketidakjujuran sumber dari malapetaka sosial, pemicu kerusuhan dan sebagainya.
“Maka kejujuran harus ditegakkan. Saya kira agama apapun, pasti menjunjung tinggi kejujuran,” ulasnya.
Sedangkan amanah berhubungan dengan tanggung jawab. Orang yang tidak amanah pasti mengabaikan tugasnya, bahkan memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi.
“Dari situ lahirlah kolusi, korupsi dan nepotisme. Inilah sumber bencana dari segala bencana bangsa,” tegasnya.
Sementara keadilan, lanjut H Misbah, merupakan syarat utama bagi kondusifitas sebuah bangsa, baik dari sisi politik, ekonomi maupun keamanan. Jika ketidakadilan dibiarkan merajalela, maka akan melahirkan efek domino bagi tindakan-tindakan tak berakhlaq.
“Maka jalan satu-satunya keadilan harus ditegakkan meski tidak gampang,” terangnya.
Konsep berikutnya adalah tolong-menolong. Untuk point ini, kata H Misbah, sudah mentradisi di tengah-tengah masyarakat meski perlu dijaga dan ditingkatkan lagi. Sebab seiring kemajuan zaman, budaya hidup nafsi-nafsi sudah mulai merebak di perkotaan.
“Dan yang terakhir adalah istiqamah atau konsisten. Ini menyangkut disiplin kita dalam bekerja, mamanfaatkan waktu dan sebagainya,” pungkansya. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
5
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua