Menjaga NKRI Berarti Juga Menjalankan Prinsip Islam
NU Online · Ahad, 9 Februari 2014 | 22:01 WIB
Malang, NU Online
Nahdlatul Ulama dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memegang teguh 4 (empat) Pilar Kebangsaan dalam berbangsa dan bernegara bukan tanpa alasan. Melainkan dengan memegang prinsip mengambil kemaslahatan umat yang lebih besar. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang beragam ini.
<>
Demikian dikatakan KH Marzuki Mustamar Wakil Rais Syuriyah Jawa Timur dalam acara workshop Aswaja di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang pada hari Sabtu, 9 Februari 2014.
“Mengapa harus NU, mengapa harus NKRI? murni karena mengambil kemasalahatan yang lebih besar,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa dengan mempertahankan NKRI dan keberagamannya, berarti telah menjalankan sebuah prinsip Islam dalam tolong-menolong dalam kebaikan.
“Dalam Al-Qur’an diperintahkan bahwa kita harus saling tolong dalam kebaikan. ‘Ta awanuu alal birri wat taqwa.’ Nah kita dengan menjaga NKRI berarti telah menolong umat Islam yang minoritas di beberapa daerah di luar Jawa,” Kata Kiai Marzuki.
“Bayangkan jika kita di Jawa membuat negara Islam, dan tidak melindungi umat beragama yang lain, bagaimana nasib saudara kita di luar jawa yang masih minoritas itu?” tambahnya lagi.
Ia juga menekankan bahwa sejak dahulu para ulama dan kiai mempertahankan dan mengakomodasi keberagaman budaya masyarakat dengan prinsip fiqih da’wah. Membimbing masyarakat dengan menampakkan wajah Islam yang santun dan menenangkan. Bukan Islam yang menakut-nakuti masyarakat. Dan NU sampai saat ini terus menjalankan dan mengembangkan prinsip dakwah tersebut.
“Kiai-kiai jaman dahulu banyak yang mengakomodasi budaya masyarakat setempat dengan kapasitas yang berbeda-beda, ada yang sangat longgar menerima, ada juga yang lebih selektif. Tujuannya apa?, dakwah dan membimbing mereka,” kata pengasuh PP Sabilurrosyad itu. (ahmad nur kholis/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
4
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
5
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua