Tabu Edisi 12 Bahas Pemikiran Tan Malaka, Dorong Generasi Muda Banjar Berpikir Kritis
NU Online · Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Kagiatan Tatap Muka dan Bincang Buku (Tabu) Edisi 12 di Dispersip Kabupaten Banjar, Kalsel, Selasa (18/8/2026) (Foto : NU Online/Ahmad Mursyidi)
Ahmad Mursyidi
Kontributor
Martapura, NU Online
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Wabul Sawi Festival menggelar program Tatap Muka dan Bincang Buku (Tabu) Edisi 12 sebagai rangkaian menyemarakkan bulan kemerdekaan.
Mengusung tema Kemerdekaan, diskusi tersebut mengupas pemikiran dan karya-karya pahlawan nasional Tan Malaka. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda Banjar untuk meningkatkan minat baca dan menggali pemikiran kritis dari sejarah perjuangan bangsa.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Banjar Kencana Wati mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Ke-76 Kabupaten Banjar.
Menurutnya, pemikiran Tan Malaka masih relevan dengan semangat kemerdekaan dan upaya membangun kesadaran masyarakat.
“Beliau sebetulnya pahlawan nasional juga. Kalau kita baca secara runut dan lengkap, bagaimana perjuangan seorang Tan Malaka dalam kontribusinya pada proses kemerdekaan negara kita, walaupun berhaluan kiri ia pernah berkata bahwa untuk melawan kapitalisme ia marxisme tapi kalau untuk rakyat ia muslim sejati,” ujar Kencana dalam kegiatan yang berlangsung Selasa (18/8/2026).
Kencana menilai, karakter kritis yang dimiliki Tan Malaka juga dapat ditemukan pada generasi muda saat ini. Namun, tantangan yang dihadapi berbeda karena generasi muda kini hidup di tengah derasnya arus informasi.
“Anak-anak muda kita ini kritis, seperti Tan Malaka. Tapi proses yang mereka lalui berbeda. Hari ini mereka berhadapan dengan berita-berita dan informasi yang mungkin sebagian belum bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya kemampuan menyaring dan memeriksa informasi secara teliti agar generasi muda tidak mudah menerima informasi yang belum terverifikasi.
Dorong Berpikir Kritis Lewat Pemikiran Tan Malaka
Pegiat literasi Ali Syahbana menyoroti pentingnya generasi muda mengadopsi pola pikir kritis melalui karya-karya Tan Malaka. Ia mencontohkan buku Madilog yang mengajarkan pembaca menggunakan materialisme, dialektika, dan logika dalam memahami berbagai persoalan.
“Jangan mudah percaya atas informasi yang belum tentu benar. Kita harus kaji lagi, telaah lagi, kita analisis lagi,” ucap Ali.
Menurut Ali, kemampuan berpikir kritis dan analitis menjadi semakin penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi.
Kolaborasi Ruang Literasi bagi Pemuda
Ali juga menyatakan dukungannya terhadap gagasan menghadirkan taman baca atau ruang literasi yang representatif. Menurutnya, ruang tersebut dapat menjadi wadah inkubasi bagi anak muda untuk berkumpul, berdiskusi, sekaligus mengembangkan ide-ide kreatif.
“Generasi kita masa kini dan masa depan itu perlu wadah. Wadah untuk mengumpulkan pikiran-pikiran mereka, ide-ide mereka menjadi aktualisasi, menjadi aksi,” tegasnya.
Namun, Ali menilai pengembangan ruang literasi tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya dari dinas perpustakaan, tetapi juga pemerintah daerah, komunitas pemuda, komunitas baca, serta berbagai pihak terkait.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem literasi di Kabupaten Banjar agar terus berkembang dan memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda.
Kegiatan Tabu #12 dihadiri sejumlah pegiat literasi, media, dan mahasiswa se-Kalimantan Selatan. Narasumber lain yang hadir di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar Kencana Wati, Nanang Galuh Banjar Najwa Azzahra, serta Direktur Wabul Sawi Kalimantan Hudan Nur.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
4
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
5
Khutbah Jumat: Membantu Korban Bencana, Cara Kita Mengamalkan Perintah Allah
6
Krisis Kemanusiaan di Balik Kekerasan Lembaga Pendidikan Agama
Terkini
Lihat Semua