Jombang, NU Online
Menulis bukan semata-mata bakat, tetapi lebih sebagai latihan yang terus diasah demikian disampaikan Cucuk Espe dalam Pentas Sastra 2012 “Ketika Karya Sastra Dipanggungkan”, Kamis malam (29/03) di Pesantren Al-Anwar Paculgowang Jombang.
Bagi peraih cerpenis terbaik 2 Internasional FolkFEST II di Thailand pada Desember 2010 ini menulis tidak selalu berurusan dengan bakat dan hendaknya pandangan itu disingkirkan.
<>
“Kunci rapat-rapat bakan, itu bukan urusan kita, yang penting kita harus berlatih terus menerus,” ujar pendiri Teater Kopi Hitam ini di hadapan para undangan Pentas Sastra keliling Jawa Timur.
Anjrah Lelono Broto narasumber kedua mengamini pandangan Cucuk dengan menyatakan bahwa dalam tahapan belajar permulaan tidak dapat dihindarkan adanya proses peniruan, namun seiring perjalanan akan berlangsung kedirian dan memahami logika orang lain demikian dikatakan pengurus Komite Sastra Dewan Kesenian Jombang ini.
Acara yang dimoderatori Yusuf Suharto ini berlangsung selama tiga jam, dimulai dari pukul 20.00 hingga pukul 23.00 malam. Suasana semakin membahana ketika sesi pembacaan puisi oleh dua narasumber, para undangan komunitas sastra dan teater dan juga beberapa kelompok sastra para santri digelar. Bahkan di akhir acara dibacakan juga enam puisi yang dianggit pengasuh Pesantren Paculgowang, Gus Masduqi Muhaimin.
Pentas Sastra 2012 yang digagas oleh Teater Kopi Hitam bekerja sama dengan Pesantren al-Anwar Paculgowang Jombang, Lembaga Baca Tulis Indonesia ini diagendakan berkeliling beberapa kota di Indonesia antara lain Ponorogo, Mojokerto, Kediri dan Solo.
“ Acara yang bertempat di Pesantren Al-Anwar ini adalah kali pertama rencana keliling ke beberapa kota, yang salah satu tujuannya adalah untuk terus menggairahkan sastra di kalangan santri,” ujar Siti Sa’adah panitia.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Abdullah
Terpopuler
1
Dijual Setan Muktamar
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
4
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
5
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
6
Khutbah Jumat: Peringatan Allah bagi Mereka yang Merusak Alam
Terkini
Lihat Semua