Jamin Netralitas, Gus Rozaq: Kotak Suara Usulan AHWA Tak Bisa Dibuka Kecuali Dipecah
NU Online · Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:23 WIB
Jombang, NU Online
Menjelang pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada Sabtu (29/8/2026), panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus mengamankan kotak suara yang berisi surat rekomendasi usulan nama Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Kotak suara tersebut bahkan dijaga langsung oleh tuan rumah sekaligus ketua panitia lokal KH Abdurozaq Sholeh.
Gus Rozaq memastikan keamanan kotak suara masih tersegel dan dirancang tidak menggunakan kunci, hanya dapat dibuka dengan cara dipecah. Ia bahkan terus menjaganya untuk memastikan keamannya hingga hari pemilihan.
Mekanisme tersebut, imbuh Gus Rozak, diterapkan untuk menjamin keamanan sekaligus menjaga netralitas panitia lokal dalam proses Muktamar.
“Yang memegang kunci untuk pengamanan, kami yang dipercaya oleh PBNU. Dan tempatnya di sana sudah kami sediakan,” ujar Gus Rozaq.
Namun, ia menjelaskan kotak yang digunakan untuk menampung surat dukungan tersebut tidak memiliki kunci yang dapat dipegang oleh pihak tertentu. Kotak hanya dapat dibuka dengan cara merusaknya.
“Kotak ini tidak bisa dibuka kecuali dipecah. Jadi, enggak ada kuncinya. Bisa dibuka dengan cara dipukul, dipukul pakai palu, baru bisa terbuka,” jelasnya.
Untuk memperkuat pengamanan, Panlok juga memasang kamera pengawas di sekitar lokasi penyimpanan kotak tersebut. Sebanyak lima kamera CCTV dipasang dari berbagai sudut untuk memantau keberadaan dan keamanan kotak.
“Sekarang sedang pemasangan lima kamera (CCTV) dari berbagai sudut,” katanya.
Menurut Gus Rozaq, tidak adanya kunci pada kotak menjadi bagian dari mekanisme pengamanan agar tidak ada pihak yang dapat membuka kotak secara diam-diam. Pembukaan baru dapat dilakukan melalui mekanisme yang terlihat secara langsung.
“Jadi, tidak ada yang megang kuncinya. Karena ini untuk menjamin netralitas, terutama dari panitia lokal,” pungkasnya.
Wakil Sekjen PBNU Nur Hidayat menyebut, panitia muktamar sebelumnya memang telah menerima sekaligus menghimpun surat rekomendasi AHWA dari masing-masing PCNU, PWNU, dan PCI. Hasilnya surat usulan AHWA yang dilaksanakan pada enam ruang penerimaan, diperoleh total ada 539 surat usulan.
”Apabila dalam proses rekapitulasi ditemukan kekurangan atau ketidaksesuaian, maka akan dilakukan pencocokan kembali melalui mekanisme penyelesaian berdasarkan dokumen dan data penerimaan di masing-masing ruangan,” pungkasnya.
Sebagai tambahan informasi, Adapun total surat usulan AHWA di enam kotak tersebut terisi 539 surat. Rinciannya, kotak 1 berisi 95 surat usulan AHWA, kotak 2 berisi 96 surat usulan AHWA, kotak 3 dengan 92 surat usulan AHWA, kotak 4 berisi 104 surat usulan AHWA, kotak 5 dengan 80 surat usulan AHWA, dan kotak 6 berisi 72 surat usulan AHWA.
Kontributor: Achmad Subakti
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Dijual Setan Muktamar
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua