MUI Sampang Imbau Warga Tak Mencari Penghidupan dengan Mengemis
NU Online · Ahad, 21 Juni 2015 | 13:00 WIB
Sampang, NU Online
Memasuki bulan Ramadhan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang Madura kembali mengingatkan warga agar tidak mencari mata pencaharian dengan menjadi pengemis. MUI Sampang mengimbau warga agar mencari sumber penghidupan yang lain.<>
MUI setempat pernah mengeluarkan fatwa haram bagi warga yang menekuni pekerjaan sebagai mengemis, menyusul maraknya para pengemis terutama ketika memasuki bulan Ramadhan .
Ketua MUI Sampang KH Buchori Maksum di Sampang, Sabtu, mengatakan bahwa fatwa haram bagi warga yang mampu mengemis itu, telah dikeluarkan sejak beberapa tahun lalu.
"Kami ini perlu menyampaikan kembali bahwa fatwa haram mengemis itu, tidak pernah dicabut, dan seharusnya diperhatikan oleh masyarakat," katanya.
Keluarnya fatwa haram mengemis oleh MUI Sampang bersama MUI di tiga kabupaten lain di pulau Madura ini, menyusul temuan kasus di Desa Pragaan, Kecamatan Pragaan, Sumenep yang menjadikan mengemis sebagai pekerjaan sehari-hari.
Warga yang mengemis di desa itu, bukan karena faktor kemiskinan, akan tetapi sudah menjadi mata pencaharian.
Buktinya, warga yang mengemis di desa itu, banyak di antaranya memiliki rumah mewah, sehingga tidak layak disebut warga miskin yang harus hidup dengan belas kasihan orang lain.
"Kalau benar-benar miskin sebenarnya diperbolehkan. Tapi kan negara telah menanggung beban hidup mereka melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat," katanya.
Salah satu program yang dicanangkan pemerintah untuk membantu mengurangi angka kemiskinan adalah program keluarga harapan, bantuan langsung tunai, serta sejumlah program bantuan lain yang dikhususkan untuk warga miskin.
Sementara, memasuki bulan suci Ramadhan ini, warga mengemis di Kabupaten Sampang, sejak hari pertama Ramadhan semakin marak. Mereka datang dari kabupaten lain, dan umumnya mengaku dari Kabupaten Sumenep, yakni dari Desa Pragaan, Kecamatan Pragaan, Sumenep. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
2
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
3
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
4
Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung dalam 30 Hari
5
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
6
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
Terkini
Lihat Semua