Kemangkon, NU Online
Kiai Tofik Hidayat, pengasuh pesantren Roudlotut Tholibin Bakulan dan Kiai Dalail Khoerot terpilih menjadi Rais dan Ketua dalam Konferensi MWC NU Kemangkon yang berlangsung pada Ahad, 28 April 2013 di Gedung Sekretariat MWC NU Kemangkon, desa Panican.
<>
Dalam proses pemilihan yang berlangsung satu tahap Kiai Tofik Hidayat memperoleh 13 suara mengalahkan Kiai Mustangin yang memperoleh 1 suara dan Ust. Jauhari 1 suara dari 15 suara yang sah.
Kiai Dalail Khoerot yang merupakan incumbent ketua tanfidziyah masih dipercaya untuk memimpin NU dengan suara mutlak 15 suara mengalahkan H Darmo yang mendapatkan 1 suara dari 16 suara yang hadir.
Konferensi MWC NU Kemangkon ini mengusung tema Berkhidmah untuk Negara, mengandung maksud menguatkan kembali peran NU dalam memperkokoh wawasan kebangsaan, karena NU adalah organisasi Islam terbesar yang tetap mengedepankan kesatuan dibawah bingkai NKRI.
Torik Jahidin, selaku ketua panitia mengatakan NU diserang dari berbagai penjuru melalui pembid’ahan amaliah NU, memusyrik-musyrikkan ziarah kubur. Karena jika NU hancur maka hancurlah NKRI kemudian akan didirikan negara Islam.
“Maka NKRI ada ditangan NU. Untuk itu penguatan akidah, memperkokoh wawasan kebangsaan adalah sebuah keniscayaan,” katanya.
Acara ini dihadiri oleh Kabag Umum Pemda Purbalingga H Aksan Mashuri yang mewakili Bupati Purbalingga, Camat Kemangkon, Kapolsek Kemangkon dan para kiai pengasuh pesantren di wilayah kecamatan Kemangkon serta seluruh Banom NU.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
Terkini
Lihat Semua