Daerah

PWNU DIY Matangkan Konferwil Ke-16, Siapkan Seminar hingga Dokumenter Sejarah NU

NU Online  ·  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:30 WIB

PWNU DIY Matangkan Konferwil Ke-16, Siapkan Seminar hingga Dokumenter Sejarah NU

Rapat Panitia Konferwil Ke-16 PWNU DIY di Ruang Rapat PWNU DIY, Jumat (9/10/2026). (Bramma Aji Putra)

Yogyakarta, NU Online

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mematangkan persiapan Konferensi Wilayah (Konferwil) Ke-16 yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2027 di Pesantren Al Miftah, Nanggulan, Kulon Progo.

 

Sejumlah kegiatan pra-Konferwil turut disiapkan, mulai dari seminar, lomba kreatif, hingga produksi dokumenter sejarah NU di Yogyakarta.

 

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat panitia Konferwil Ke-16 PWNU DIY di Ruang Rapat PWNU DIY, Jumat (9/10/2026).

 

Sekretaris PWNU DIY, H Muhajir, menekankan pentingnya konsolidasi dan keterlibatan seluruh panitia dalam menyukseskan rangkaian kegiatan, mulai dari agenda pra-Konferwil hingga pelantikan pengurus.

 

“Pekerjaan panitia tidak hanya pada pelaksanaan Konferwil, tetapi juga mencakup tahapan pra-Konferwil, Konferwil hingga pelantikan pengurus. Karena itu, seluruh rangkaian harus dipersiapkan dengan baik. Konferwil ini kita buat segembira mungkin,” ujarnya.

 

Muhajir mengatakan, evaluasi pelaksanaan Konferwil Ke-15 PWNU DIY pada 2022 menjadi bahan perbaikan untuk penyelenggaraan tahun depan. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi kualitas pembawa acara (MC) dan qari, serta pengelolaan area pameran agar lebih menarik dan meningkatkan kunjungan.

 

“Area pameran juga perlu mendapatkan dukungan publikasi yang lebih optimal. Panitia mempertimbangkan pemberian voucher sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan ke area tersebut,” tuturnya.

 

Dari sisi persiapan lokasi, panitia merencanakan audiensi dengan Bupati Kulon Progo. Sosialisasi juga akan dilakukan di wilayah Nanggulan melalui pemasangan bendera dan umbul-umbul. Selain itu, panitia akan mengirimkan edaran kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-DIY untuk memasang spanduk dan banner.

 

Ketua Organizing Committee (OC) Konferwil Ke-16 PWNU DIY, H M Irfan Chalimy, mengatakan panitia telah menyusun tahapan kerja untuk memastikan seluruh kebutuhan kegiatan terpenuhi secara bertahap.

 

“Pada 9–15 Oktober 2026, panitia akan memprioritaskan konsolidasi internal. Pekan berikutnya, perwakilan panitia akan mendampingi Rais Syuriah, Katib Syuriah, Ketua dan Sekretaris PWNU untuk mengunjungi Pesantren Al Miftah, Nanggulan, Kulon Progo,” kata Gus Irfan.

 

Panitia juga akan melibatkan pihak pesantren dalam pelaksanaan kegiatan, terutama untuk mendukung kebutuhan konsumsi, parkir, dan keamanan.

 

Selain mempersiapkan agenda utama, panitia merencanakan sejumlah kegiatan pra-Konferwil pada akhir Oktober 2026. Salah satunya seminar bertema Ketahanan NU: Realitas dan Harapan Masa Depan yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026 di Aula PWNU DIY.

 

“Seminar tersebut ditargetkan diikuti 80 peserta. Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi NU sekaligus merumuskan pokok-pokok pembahasan yang dapat dibawa ke forum Konferwil,” jelas Gus Irfan.

 

Panitia juga menyiapkan kegiatan yang menyasar kalangan muda dan lingkungan pendidikan. Salah satunya lomba pembuatan video bertema Pesantrenku Ramah yang mengangkat praktik-praktik baik di lingkungan pesantren.

 

Kegiatan tersebut dirancang bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

 

“Melalui lomba tersebut, panitia ingin menampilkan kehidupan pesantren yang ramah, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Gus Irfan.

 

Kegiatan lainnya meliputi lomba esai bertema NU-ku Digdaya bagi siswa madrasah di lingkungan LP Ma’arif NU dan pelajar NU di sekolah umum, serta lomba selawat Jawa yang melibatkan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi).

 

Panitia juga merencanakan produksi dokumenter video tentang sejarah NU di DIY dari masa ke masa. Produksi dokumenter tersebut akan melibatkan TV Media PWNU DIY.

 

“Dokumenter tersebut diharapkan menjadi sarana untuk merekam perjalanan, kontribusi, dan dinamika NU di DIY, sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi penerus,” pungkas Gus Irfan. 

 

Kontributor: Bramma Aji Putra

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang