Jombang, NU Online
Radio, sebagaimana media-media lain, bisa digunakan alat dakwah. Hal itulah yang dilakukan NU Jombang melalui Radio Suara Jombang FM. Sejumlah narasumber dan topik bahasan telah dijadwal untuk siaran selama Ramadhan.
<>
Direktur Aswaja NU Center PCNU Jombang Yusuf Suharto menandaskan, bahwa kegiatan dapat dinikmati sejak jam 16.30 hingga 17.30 WIB dengan sejumlah narasumber dari PC, lembaga dan lajnah di lingkungan NU Jombang.
"Kami sesuaikan dengan kapasitas dan kompetensi narasumber yang ada," katanya kepada NU Online (16/7).
Radio tersebut, kata Yusuf, dimiliki dan dikelola olek PC Lakpesdam NU Jombang, Jawa Timur. "Kami mengoptimalkan potensi yang ada untuk menyapa dan meberikan tambahan sudut pandang tentang agama Islam bagi warga sekitar," tandas dosen Universitas Darul Ulum Jombang ini.
Meskipun lewat radio, namun antusias pendengar sangatlah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sms dan telepon yang masuk. "Berdakwah lewat radio ternyata memiliki nilai lebih yang tidak didapatkan di media elektronik yang lain," ungkapnya.
"Orang bisa mempersiapkan menu berbuka sambil mendengarkan radio," katanya. "Dengan demikian, berdakwah lewat radio ternyata lebih efektif daripada media televisi maupun cetak," lanjutnya.
Tidak hanya dengan Radio Suara Warga FM, PCNU Jombang juga sudah memastikan kontrak kerjasama dengan radio Suara Jombang. "Untuk kerja sama dengan radio swasta tersebut kami baru akan mulai dari tanggal 15 Ramadhan," terang bapak dua anak ini.
Sejumlah kiai dari unsur syuriah dan tanfidziyah telah disiapkan untuk kegiatan ini. "Karena waktunya lebih pendek dan jangkauan radio ini lebih luas, maka yang akan dilibatkan sebagai narasumber adalah dari unsur syuriah dan tanfidziyah," katanya.
Sedangkan untuk jam siar, kegiatan atas kerjasama PCNU Jombang, Aswaja NU Center, LDNU dan Lakpesdam dengan Radio Suara Warga FM tersebut, akan berlangsung dari jam 16.00 hingga 17.00 WIB.
Yusuf berharap dengan kegiatan ini bisa lebih mengintensifkan komunikasi antara warga NU dan masyarakat umum dengan para kiai dan ulama. Demikian juga yang tidak kalah penting adalah mereka bisa mendapatkan penjelasan tentang Islam dari kalangan yang tidak diragukan kemampuannya.
Redaktur : Abdullah Alawi
Kontributor: syaifullah
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
3
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
4
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
5
BMKG Prediksi El Nino Berlangsung hingga Setahun, Wilayah Selatan Berpotensi Dilanda Kekeringan
6
‘Gak Srawung Gak Ditulung’: Etika Bertetangga di Zaman Serba Sibuk
Terkini
Lihat Semua