Pati, NU Online
Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Jawa Tengah menggagas Madrasah Literasi Aswaja. Madrasah Literasi Aswaja merupakan program baru yang diprakasai oleh aktivis NU, Jamal Makmur Asmani.
Realisasi program ini menggandeng Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU), Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU), Rabithah Ma'ahid al Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU).
Program bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi publik tentang urgensi memahami Aswaja Annahdliyah di tengah kepungan ideologi liberalisme dan fundamentalisme.
"Madrasah adalah nama khas NU. Literasi karena mendorong warga NU, khususnya kader-kader muda, supaya melek pengetahuan dan informasi dengan aktif membaca, menulis dan diskusi Aswaja karena ini adalah inti perjuangan NU," ungkap Jamal Ma'mur Asmani, Senin (31/8).
Karena masih dalam masa pandemi, pelaksanaan program ini dilakukan secara daring atau virtual melalui media sosial. Hal ini mempermudah para Nahdliyyin untuk turut berpartisipasi mensukseskan program ini. Nantinya, program ini akan dilaksanakan seminggu sekali per sesinya.
"Ya, Covid-19 membuat kita melakukan transformasi komunikasi, termasuk transfer ilmu. Ada lompatan teknologi untuk dakwah ilmu. Program ini semoga terus berjalan tanpa dibatasi waktu karena kebaikan harus terus dinyalakan. Insyaallah Madrasah Literasi Aswaja akan dilaksanakan per minggu," lanjutnya.
Sementara itu, Kiai Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati, saat peluncuran Madrasah Literasi Aswaja berharap semoga menjadi embrio bagian dari program Aswaja Center Pati.
Madrasah Literasi Aswaja terfokus pada materi pendekatan Aswaja dengan tujuan merawat gerakan-gerakan Aswaja Annahdliyah di tengah-tengah masyarakat, juga merespons kondisi saat ini dengan pendidikan Aswaja.
"NU punya stok SDM yang melimpah yang harus dimanfaatkan untuk mencerahkan umat dan bangsa," katanya.
Program ini akan berlangsung selama kurang lebih empat bulan lamanya.
Kontributor: Mukhoyyaroh Sholeh
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua