Jember, NU Online
Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nusron Wahid meminta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mengawal ketat tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014.
<>
"Saya instruksikan setiap TPS harus dikawal oleh 10 anggota Banser karena titik rawan pemilu berada di TPS," katanya dalam silaturahmi Ansor, Banser, dan Kiai Kampung di Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.
Menurut dia, potensi kecurangan dalam penyelengaraan pemilu selalu ada, sehingga pihaknya mengantisipasi hal tersebut dengan menyiagakan anggota Banser di setiap TPS untuk mengawal tegaknya proses demokrasi pada Pilpres 2014.
"Suara pemilih yang menyalurkan hak politiknya ada di TPS, sehingga di sana menjadi titik rawan dalam pelaksanaan pemilu dan perlu mendapat pengawalan yang ketat," ucap politisi Partai Golkar itu.
Menurut dia, GP Ansor secara kelembagaan bersikap netral dalam Pemilu Presiden 2014, namun secara pribadi mendukung penuh pasangan yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan PKPI.
"Secara kelembagaan sikap Ansor netral, namun sebagai warga Nahdlatul Ulama (NU) akan mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berasal dari warga NU, seperti pasangan Jokowi-JK," ujarnya.
Nusron mengaku tidak memberikan instruksi secara resmi terhadap Pengurus Cabang GP Ansor di daerah terkait dukungan tersebut, namun pihaknya akan menggerakkan anggota Ansor dan Banser untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK.
"Kalau ada tokoh NU yang maju sebagai cawapres mendampingi Jokowi, maka solidaritas Ansor akan mendukung tokoh tersebut karena Pak JK merupakan Mustasyar PBNU dan banyak berjuang untuk warga nahdliyin," ujarnya.
Mengenai sikap politiknya yang berseberangan dengan instruksi DPP Partai Golkar, ia mengaku tidak gentar dengan sanksi yang diberikan partainya dan rela dicopot dari jabatan struktural sebagai Wakil Bendahara DPP Partai Golkar.
"Saya sudah dikenai sanksi berupa pemindahan anggota komisi dan dicopot dari jabatan Wakil Bendahara Partai Golkar, namun saya lebih memilih setia kepada NU karena saya tunduk pada perintah kiai dan ulama," ujarnya.
Pemilu Presiden yang digelar 9 Juli 2014 diikuti oleh dua pasangan capres dan cawapres, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, Golkar dan PBB. Selain itu, pasangan Joko Widodo-M. Jusuf Kalla (Jokowi-JK) didukung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai Lokasi Pembukaan Munas-Konbes NU 2026
2
TNI-Polri Hadang Massa Aksi BEM UI yang Hendak Menuju Bundaran HI
3
Selain TNI-Polri, Komcad Juga Disiagakan saat Aksi Indonesia Bangkrut
4
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Hari Ini, Berikut Tuntutannya
5
Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Pengerahan TNI dan Komcad dalam Aksi Indonesia Bangkrut
6
Jalan Kaki 40KM, Mbah Musthofa Tunaikan Nadzar Pulang Haji
Terkini
Lihat Semua