Pengurus NU Harus Berjuang “Dhahiran wa Bathinanâ€
NU Online · Jumat, 17 Mei 2013 | 10:30 WIB
Kraksaan, NU Online
Mendekati Konferensi MWC NU Kota Kraksaan yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu (25/5), berbagai kegiatan telah dipersiapkan dalam rangka mensukseskan kegiatan tersebut.
<>
Hal ini dilakukan karena MWC NU Kraksaan merupakan percontohan dari beberapa seluruh MWC yang berada di bawah nauangan PCNU Kota Kraksaan.
Menyongsong kegiatan konfrensi MWC ini, KH. Nasrullah Ahmad Sudja’i selaku ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan konferensi tahun ini, mengingat pentingnya regenerasi dan restrukturisasi dalam tubuh organisasi sangat penting, sehingga NU bisa dinamis dan berkembang.
Selanjutnya, KH Abdul Wahid selaku Mustasyar MWC NU Kraksaan menyampaikan “Kegiatan konferensi ini harus melahirkan pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab terhadap jalan tidaknya organisasi NU di Kraksaan. Mengingat MWCNU Kraksaan merupakan percontohan dari beberapa MWC di bawah naungan PCNU Kota Kraksaan”
Ia menambahkan siapapun pimpinannya harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap NU, jangan selalu mencari alasan untuk tidak melaksanakan kegiatan karena kesibukan yang lainnya.
“Pimpinan MWC harus pandai memanage waktu, sehingga NU benar-benar menjadi melodi dalam hidupnya. NU tidak boleh dinomerduakan, akan tetapi harus menjadi ruh bagi siapapun,” ungkap pengasuh PP Darul Lughah wal Karomah Kraksaan ini.
Harapannya, orang yang menempati jabatan struktural di MWC NU Kota Kraksaan harus siap bekerja dan berjuang untuk memajukan NU dhahiran wa bathinan, bukan karena faktor ketokohan atau “sungkanisme”, karena itu akan menjadi kerikil bagi jalannya roda organisasi.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hasan Baharun
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Subsidi Haji dari APBN, MUI: Tak Pengaruhi Keabsahan Ibadah
Terkini
Lihat Semua