Peringati Harlah, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Lomba MTQ
NU Online · Rabu, 26 Maret 2014 | 06:01 WIB
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka memperingati Hari Lahir (harlah) ke-60 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan harlah ke-59 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur menggelar Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Selasa (25/3).
<>
Lomba MTQ ini diikuti ratusan siswa Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) se-Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Kriteria penilaian dalam lomba ini difokuskan kepada akhlak, tajwid (mahraj), dan lagu.
“Selain untuk memeriahkan harlah IPNU dan IPPNU, lomba MTQ ini digelar dengan tujuan supaya para pelajar, utamanya yang masih duduk di bangku TPQ dan Madin bisa tetap semangat dalam membaca Al-Qur’an dengan lagu-lagu indah dan selalu ingin menambah kemampuan membacanya dengan baik dan benar,” ungkap Ketua PAC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Baiti Manis Tatok.
Melalui lomba ini Hijjul berharap agar nantinya mampu memberikan dorongan motivasi agar masyarakat bisa gemar dalam membaca Al-Qur’an. “Mudah-mudahan ke depan para pelajar di TPQ dan Madin khususnya tambah baik dalam segi pembacaannya dan semakin bertambah peminatnya,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PAC IPPNU Kecamatan Wonoasih Mamlu’ul Hasanah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wonoasih untuk mengajak masyarakat agar lebih mencintai dan memahami isi dan kandungan Al-Qur’an.
“Untuk peserta, lomba ini paling tidak nantinya sebagai upaya pembelajaran sejak dini agar selalu membiasakan diri membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga nantinya membaca Al-Qur’an menjadi sebuah kebutuhan dan bukan tuntutan. Dengan demikian Al-Qur’an akan dibaca dengan ikhlas semata-mata untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
4
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
5
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
6
GP Ansor Jatim Desak Pemerintah Tertibkan Sound Horeg dan Kecam Penghinaan terhadap Ulama
Terkini
Lihat Semua