Pamekasan, NU Online
Para pengurus Pesantren Darul Ulum Sumberanyar Pamekasan Madura melakukan kunjungan ke pesantren Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Probolinggo pada hari Rabu (8/5).
<>
Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin ukhuwah ma’hadiyah dan belajar lebih mendalam tentang program pengembangan Bahasa Arab di Pesantren Darul Lughah wal Karomah.
Setibanya di tempat tujuan, rombongan disambut dengan hangat oleh para asatidz, pengurus pesantren dan pengasuh dan dipersilahkan masuk ke ruang pertemuan yang telah disediakan. Acara dimulai dengan penampilan beberapa santri yang rancak dalam menggunakan Bahasa Arab sebagai Bahasa pengantarnya, kemudian dilanjutkan dengan acara inti.
Dalam sambutannya, Pengasuh pesantren Darul Lughah wal Karomah, KH Amir Mahmud menyampaikan kedatangan rombongan merupakan kebahagiaan karena dua pesantren ini memiliki kultur yang sama.
“Bahkan pengasuh yang telah mendahuluinya merupakan alumni dari pondok yang berada di pulau Madura ini”.
Kemudian Kiai Amir Mahmud memaparkan tentang sistem pembelajaran Bahasa Arab yang ada di pondoknya. Ia mengatakan bahwa untuk memahami dan menguasai Kitab Kuning dan Bahasa Arab dibutuhkan niat yang tulus untuk mempelajarinya, karena kalau setengah-setangah tidak akan bisa. Disamping itu, metode dalam belajar serta praktek secara intensif perlu mendapat perhatian serius, sebagaimana pepatah mengatakan al-ilmu bila amalin kas syajari bila tsamarin.
Guna memupuk motivasi santri agar supaya gemar baca kitab dan berbahasa Arab, pesantren membuat biah secara khusus yang mendalami hal tersebut. Tentunya, kegiatan ini bukan tanpa halangan, melainkan banyak masalah. Berkat kesolidan pengurus dan jajaran pengasuh, maka kegiatan tersebut berjalan lancar, sehingga banyak prestasi yang diraih oleh para santri.
“Dan insyallah, kami akan memupuk ukhuwah ma’hadiyah ini agar supaya terjalin silaturrahmi antara pesantren di Probolinggo dan di Pulau Madura,” pungkasnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hasan Baharun
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Subsidi Haji dari APBN, MUI: Tak Pengaruhi Keabsahan Ibadah
Terkini
Lihat Semua