Surabaya, NU Online
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menyerukan agar segenap komponen bangsa merefleksikan peran penting kaum santri dalam perjalanan dinamika kebangsaan, sejak pra kemerdekaan hingga saat ini.
<>
"Faktanya, sejarah bangsa ini telah banyak menegasikan peran santri yang cukup signifikan dalam menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah," kata Ketua Umum PKC PMII Jatim, Fairouz Huda, di Surabaya, Selasa (5/11).
Ia menegaskan, santri dengan semangat perlawanannya terbukti mampu meletakkan arti penting sebuah perjuangan menyelamatkan bangsa dari serangan musuh, sehingga para penjajah angkat senjata.
Dalam sejarah, bukan hanya dalam bentuk fisik, santri juga disebutakan memiliki kontribusi besar terhadap fondasi ideologi bangsa ini, yang pada akhirnya terumuskan menjadi Pancasila.
"Melalui pesantren, kaum santri terbukti masih konsisten menjaga tradisi keindonesiaan kita," tegasnya.
"Santri juga konsisten mengembangkan sebuah pemikiran nasionalisme yang berakar pada tradisi keindonesiaan tersebut," imbuhnya.
Menurut Fairouz, pesantren adalah kawah candradimuka menyemai spirit syiar Islam dan perjuangan kebangsaan. Pesantren menjadi tempat penempaan diri menjadi calon pemimpin-pemimpin bangsa dengan basis pemikiran yang kuat tanpa koptasi oleh kurikulum yang terekayasa oleh kepentingan luar.
"Pesantren mampu melahirkan dan memperkuat karakter pemimpin yang berakar pada fondasi nilai keindonesiaan," tandasnya.
Hingga saat ini, lanjut dia, banyak jebolan pesantren yang telah masuk di ruang-ruang kekuasaan dengan mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara menuju Indonesia yang digjaya.
Berdasar fakta sejarah, PMII Jatim meminta pemerintah agar menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah atau tanggal 1 Muharam sebagai "Hari Santri Nasional".
"Tujuannya adalah mengingat dan menghayati makna penting perjuangan dan peran penting kaum santri terhadap perjalanan sejarah bangsa ini," pungkasnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
2
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
3
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
4
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
5
Khutbah Jumat: Tetap Membaca Al-Qur’an di Tengah Kesibukan Hidup
6
Khutbah Jumat: Mari Tingkatkan Kualitas dari Ibadah Personal Menuju Kepedulian Sosial
Terkini
Lihat Semua