Daerah BANJIR SUMATRA

PWNU Aceh Salurkan Ribuan Kitab untuk Santri Terdampak Banjir di 6 Kabupaten

NU Online  ·  Senin, 11 Mei 2026 | 11:00 WIB

PWNU Aceh Salurkan Ribuan Kitab untuk Santri Terdampak Banjir di 6 Kabupaten

Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali serahkan kitab ke dayah terdampak banjir bandang. (Foto: Helmi Abu Bakar/NU Online)

Banda Aceh, NU Online

Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali menyalurkan ribuan kitab kepada santri korban banjir di enam kabupaten di Aceh. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap keberlangsungan pendidikan dayah pascabencana yang melanda sejumlah wilayah akhir tahun lalu.


Penyaluran kitab berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Mei 2026, mencakup Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Sedikitnya 1.125 kitab disalurkan kepada 26 pesantren yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir dan kehilangan banyak kitab belajar para santri.


Ketua PWNU Aceh yang akrab disapa Lem Faisal,Lem Faisal, mengatakan bantuan tersebut lahir dari hasil diskusi bersama pengurus NU dan para pimpinan dayah setelah melihat kondisi para santri yang kehilangan kitab akibat terendam dan hanyut saat banjir besar melanda Aceh beberapa waktu lalu.


“Awalnya kami turun membantu kebutuhan dasar seperti sembako dan air bersih. Namun setelah berdiskusi dengan pimpinan dayah, ternyata kebutuhan kitab menjadi hal yang sangat mendesak karena banyak kitab santri rusak akibat banjir,” ujar Lem Faisal, Ahad (10/5/2026).

 

Ia menegaskan, bantuan kitab bukan sekadar bantuan material, tetapi juga bentuk dukungan moral agar para santri tetap semangat menuntut ilmu di tengah musibah yang mereka hadapi.


Menurut Lem Faisal, proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan PCNU di masing-masing daerah. Penyerahan simbolis dilakukan di sejumlah titik, termasuk di Dayah Ashhabul Yamin Al-Aziziyah Aceh Utara, Dayah Bustanul Huda Aceh Timur, serta Sekretariat PCNU Aceh Tamiang.

 

Sementara itu, Ketua LAZISNU PWNU Aceh, Tgk Akmal Abzal, menyampaikan bahwa program bantuan kitab tersebut merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan dan pendidikan yang terus dilakukan NU Aceh pascabencana.


“Kami ingin memastikan para santri tetap bisa belajar sebagaimana biasa. Kitab adalah ruh pendidikan dayah. Ketika kitab mereka hilang akibat banjir, maka kita semua punya tanggung jawab untuk membantu,” ujar Tgk Akmal Abzal.

 

Ia juga menjelaskan daftar kitab yang disalurkan disesuaikan dengan jenjang belajar santri di dayah salafiyah. Untuk kelas I di antaranya kitab Ghayatu Wattaqrib, Jurumiyah, Bina Wal Asasi, Awamel, Aqidah, dan Taisir.


Adapun kelas II menerima kitab seperti Hasyiah Albajuri, Kawakib, Kailani, Ta’lim, dan Khulasah II. Adapun kelas III memperoleh kitab lanjutan seperti Hasyiah I’anathut Thalibin, Hasyiah Annufhat, Alfiyah, Sulam, Quwaisuni, Tanqih, hingga Salsul Madkhal.


Menurutnya, bantuan tersebut masih jauh dari cukup mengingat jumlah dayah terdampak banjir di Aceh mencapai ratusan pesantren. Karena itu, LAZISNU PWNU Aceh terus membuka donasi kitab dan bantuan pendidikan dari masyarakat.


“Yang sudah tersalurkan mungkin belum sampai 10 persen dari total kebutuhan dayah terdampak banjir. Kami berharap semakin banyak masyarakat ikut membantu menjaga keberlangsungan pendidikan santri di Aceh,” katanya.


PWNU Aceh berharap bantuan tersebut dapat menghidupkan kembali semangat belajar para santri serta menjaga tradisi keilmuan pesantren Aceh yang telah berlangsung turun-temurun.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang