Surabaya, NU Online
Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alalloh menyatakan NU Jatim dan lembaganya tidak akan terlibat praktis dengan agenda suksesi gubernur Jatim dan wakilnya.
<>
Kiai Mutawakil mengatakan hal terebut saat acara rapat Plenno Pengurus NU Jatim bersama badan otonom di ruang Salsabila, PWNU Jatim, Surabaya, tadi pagi (17/1).
“Karena antara Gus Ipul dan Mbak Khofifah tidak ada titik temu. Maka, PWNU dalam posisi nol," ungkapnya.
Artinya, NU Jatim tidak terlibat dalam aksi dukung mendukung kandidat calon yang akan maju. “Keinginan NU sejak awal sebenarnya, NU ingin ada kader NU yang menjadi gubernur. La dua kader yang layak adalah Gus Ipul dan mbak Khofifah. Upaya awal untuk memfasilitasi keduanya agar terjadi kesepakatan sudah dilakukan. Namun hingga saat ini bleng. Tidak ada perkembangan. Untuk itu, kita dalam posisi nol," kata Kiai Mutawakil.
Hal yang sama juga ditegaskan oleh Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftachul Ahyar. Menurutnya, karena kondisinya sudah kaya begitu, maka alternatifnya NU secara kelembagaan harus dalam kondisi netral. “Kita tidak membatasi hak politik warga. Boleh mendukung. Tapi tidak secara kelembagaan. Secara personal dipersilahkan," tandas Kiai Miftah.
Pada rapat pleno yang dipimpin oleh Sekretaris PWNu Jatim, H Mashudi Muchtar dihairi seluruh pengurus PWNU Jatim. Baik syuriyah, tanfidziyah, lembaga, lanjnah dan badan otonom. Termasuk, Mulimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU dan lainnya. Dan seluruh banom dan lembaga sepakat mendukung langkah PWNU tersebut.
Kontributor: Imam Kusnin
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua