PWNU Jatim: Tak Perlu Dendam, Tapi Ambil Pelajaran
NU Online · Kamis, 12 September 2013 | 14:00 WIB
Jember, NU Online
Konflik berujung bentrokan berdarah di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember yang mengakibatkan satu orang meninggal, mendapat perhatian dari Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH. Mutawakkil Alallah.
<>
Pengasuh Pesantren Genggong, Kraksaan, Probolingo ini langsung mengunjungi rumah duka di Puger Kulon, Kamis dini hari (12/9). Diantar Sekretaris PCNU Jember, KH. Misbahussalam, Kiai Mutawakkil, menyatakan ikut berbela sungkawa. Selain itu ia sempat menggelar tahlilan di rumah duka.
Tidak banyak keterangan yang keluar dari lisan sang Kiai Mutawakkil, kecuali hanya himbauan agar semua pihak tenang dan tidak terpancing provokasi serta tidak boleh dendam. “Tidak perlu dendam. Tapi ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, termasuk kepolisian,” tukasnya kepada sejumlah wartawan di Puger.
Di tempat yang sama, KH. Misbahussalam menyatakan bahwa PCNU Jember akan segera mengadakan rapat untuk mencari jalan keluar dari perseteruan yang telah berlangsung cukup lama itu.
Menurutnya, bentrokan itu bisa dihindari jika masing-masing pihak bisa menahan diri dan tidak terprovokasi satu sama lain. “Kuncinya saling menghormati satu sama lain. Masak dengan sesama Islam tidak rukun. Wong dengan umat nonmuslim kita damai,” ujarnya.
Kiai Misbah menambahkan, aroma bentrokan itu sebenarnya sudah tercium beberapa hari sebelum kejadian. Sebab, salah satu pihak, mengajukan izin kepada aparat untuk menggelar karnaval. Namun aparat tidak memberikan izin karena khawatir ditolak atau mendapat perlawanan dari kelompok yang kontra syi’ah.
“Tapi nyatanya mereka ngotot karnaval, bahkan barikade polisi diterobos. Akhirnya terjadilah peristiwa itu,” tukasnya.
Sementara itu, MUI Jember masih terus mengadakan pendalaman terhadap kasus itu. Menurut Wakil Ketua MUI Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin, pihaknya masih mencari tahu secara detil penyebab timbulnya kerusuhan berdarah itu. “Apakah ini murni konflik internal (di Puger), ataukah memang jangan-jangan ada intervensi dan provokasi dari luar," katanya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
4
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
5
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
6
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
Terkini
Lihat Semua