Jepara, NU Online
Banyak masyarakat yang masih beranggapan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang kuno nan kolot. Namun apabila ditelaah lebih dalam lembaga pendidikan tertua itu mempunyai banyak kelebihan jika dibandingkan lembaga pendidikan lain.
<>
Hal itu dikemukakan KH Abdul Baits Muchtar, pengasuh pesantren modern Al-Buruj Jepara saat menyampaikan seminar wawasan pesantren di MA Walisongo Pecangaan, belum lama ini.
Menurutnya, diantara kelebihan pesantren ialah lebih aplikatif dalam bidang sosial kemasyarakatan, lebih mandiri dan percaya diri saat tampil di masyarakat, lebih berpikir keseimbangan antara hidup dan bekerja serta lebih ikhlas dan sabar saat menerima musibah.
“Santri telah terbiasa dengan kehidupan yang sederhana dan mandiri sehingga saat tampil ditengah-tengah masyarakat para santri akan mudah untuk menyesuaikan diri,” terang kiai Baits.
Pesantren, saat ini menurut alumnus International University of Africa (IUA) santrinya tidak hanya bisa menimba ilmu dalam negeri saja, memungkinkan juga untuk belajar hingga keluar negeri. “Saya contohkan diri saya yang bisa menuntut ilmu hingga ke benua Afrika,” katanya.
Sebagai santri ia meminta tidak perlu putus asa karena setiap tahun banyak lembaga yang menyediakan beasiswa studi lanjut ke luar negeri.
“Masalah beasiswa sebenarnya banyak namun yang menjadi permasalahan adalah kurangnya informasi,” tuturnya.
Lebih lanjut anggota Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) itu memberikan tips menuju kesuksesan kepada peserta didik kelas XII. Beberapa tips yang ia paparkan diantaranya santri harus mempunyai tekad bukan sekedar niat, saleh dalam bertindak, serta menumbuhkan sikap kreatif.
“Sikap kreatif sangat diperlukan untuk menuju kesuksesan, jangan hanya sekedar aktif apalagi pasif,” tegasnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Syaiful Mustaqim
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
Terkini
Lihat Semua