Solo, NU Online
Ada salah satu hadist Nabi Muhammad saw yang menerangkan para orang tua agar memerintahkan shalat kepada anak-anaknya setelah usia 7 tahun. Namun, terkadang masih banyak orang yang keliru dalam memahami hadist tersebut.
<>
“Banyak yang salah paham, anak usia 7 tahun baru diajari shalat,” kata Habib Noval bin Muhammad Alaidrus, dalam acara wisuda Tahfidz al-Qur’an Ta’mirul Islam, di Gentan Sukoharjo, belum lama ini (21/12).
Pengasuh Majelis Zikir dan Ilmu Ar-Raudhah Solo tersebut menjelaskan, semestinya sebelum usia 7 tahun itu, anak diajarkan dan bahkan sudah dapat melakukan gerakan shalat.
“Termasuk mengetahui syarat, rukun, dan sunahnya. Juga hal lain yang berkaitan dengan shalat seperti masalah wudlu, najis dan juga haid,” imbuhnya.
Ia mencontohkan laku para ulama salaf, semisal Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, yang ketika usia 4 tahun sudah memiliki wirid harian shalat sunah 200 rakaat. “Ada lagi, putra Habib Ali Al-Habsyi, muallif Simtuddurar, ketika usia 4 tahun dia sudah bisa menerangkan masalah haidh,” tuturnya.
Menurut Habib Noval, permasalahan ini sebetulnya disebabkan karena orang tua masih menganggap anaknya masih kecil, sehingga masih belum dikenakan kewajiban. Oleh karena itu, ia berharap agar para orang tua dapat mendidik anaknya untuk shalat sedari dini. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
95 Peserta Lolos Verifikasi Administrasi Seleksi Majelis Masyayikh, Berikut Daftarnya
5
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua