Pamekasan, NU Online
Semangat ketua PAC IPNU Kadur Pamekasan Faisol Ansori dalam memajukan organisasi sungguh patut diteladani. Demi organisasi, pemuda kelahiran 1989 ini telah banyak melakukan pengorbanan baik tenaga, materi, maupun waktu yang dimilikinya.
Dalam pantauan NU Online Pamekasan, dari 7 PAC IPNU-IPPNU di Pamekasan (Kadur, Waru, Palengaan, Galis, Pademawu, Larangan, Tlanakan), IPNU-IPPNU Kadur lah yang paling hidup. Pada 26-28 Desember 2011, IPNU-IPPNU Kadur menggelar peringatan Sumpah Pemuda yang dimeriahkan dengan ragam lomba yang diikuti oleh pelajar dan masyarakat sekecamatan Kadur. Sebelum-sebelumnya digenjot ragam diskusi yang ditempatkan secara bergilir di masing-masing rumah pengurus PAC IPNU-IPPNU Kadur.
<>
Beberapa minggu kemudian, tepatnya 27-29 Januari 2012, IPNU-IPPNU Kadur menyelenggarakan Makesta di saat PAC IPNU-IPPNU lainnya sedang mati suri. Belum lagi kini proses pembentukan PK dan PR yang tak lepas dari rintangan. Semua itu, sekali lagi, mampu diatasi salah satunya melalui semangat Faisol Ansori yang begitu tinggi.
Kamis (21/3) kemarin, mahasiswa jurusan Biologi Universitas Islam Madura tersebut memantau persiapan pembentukan Pimpinan Komisariat (PK) dan Pimpinan Ranting (PR) ke lembaga dan desa di kecamatan Kadur. Mestinya yang melakukan itu adalah para bawahannya.
“Mereka menyatakan sibuk ke saya. Saya memaklumi hal itu karena sebagian besar rekan-rekanita pengurus menjadi guru dan kuliah sembari kos di kota,” ujarnya dengan nada kalem. “Saya melakukan ini agar PK dan PR di kecamatan Kadur cepat terbentuk sesuai dengan harapan bersama.”
Dikatakan, tujuan utama dari pembentukan 10 PK dan 40 PR IPNU-IPPNU Kadur tersebut ialah agar paham keAswajaan betul-betul kukuh dalam kepribadian masyarakat Kadur.
“Pemahaman keAswajaan sejak dini kepada para pelajar juga tak kalah pentingnya,” kata Faisol Ansori. “Melalui organisasi berbasis pelajar NU semacam IPNU-IPPNU lah hal itu bisa dicapai secara maksimal.”
Selain itu, kesemangatan Faisol tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran agar gencarnya gerakan organisasi yang berpaham garis keras yang sudah juga menghantui wilayah Kadur. Bisa dipastikan, NU hanya akan tinggal nama kalau para pemuda dan tokoh-tokohnya berdiam saja tanpa ada upaya membangun benteng keorganisasian yang kuat.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Seni Berlapang Dada di Tengah Ujian Kehidupan dari Imam al-Qusyairi
2
Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah
3
Khutbah Jumat: Keutamaan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
4
Tiga Peserta Meninggal, Amnesty Minta Latsarmil Pengelola Kopdes Dihentikan
5
Harga Barang Naik, Rakyat Menjerit: Di Mana Letak Tawakal dan Kritik Kebijakan?
6
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan Abdurrahman bin Auf dalam Membangun Bisnis yang Berkah
Terkini
Lihat Semua