Sepuluh Hal yang ‘Terlalu’ Menurut Sofyan Atsaury
NU Online · Rabu, 31 Juli 2013 | 08:35 WIB
Solo, NU Online
Syekh Sofyan Atsaury adalah seorang ulama salaf yang dikenal sebagai seorang ahli tasawuf. Nama Atsaury yang melekat di belakang namanya, maknanya sejenis sapi. Konon nama itu sebagai wujud ketawadlu’annya.
<>
Pernah ia menasihatkan kepada jamaah untuk masuk masjid mendahulukan kaki kanan. Jika tidak, apa bedanya dengan sapi. Kemudian suatu hari ia masuk masjid mendahulukan kaki kiri, seketika ia mengatakan sapi (Atsaury). Kemudian nama itu menempel di belakang namanya.
“Menurut Syekh Sofyan Atsaury, ada 10 hal yang ‘terlalu’ jika dilakukan oleh orang,” tutur KH Abdul Karim Ahmad, dalam Sarasehan Ramadhan di Masjid Jami’ As Segaf, belum lama ini (22/7).
Kiai yang akrab disapa Gus Karim tersebut membacakan dalam kitab Tanbihul Ghafilin 10 hal tersebut. “Pertama, yakni orang yang diberi kesempatan berdoa, tetapi ia berdoa hanya untuk dirinya, bukan kedua orang tua atau Umat Islam,” terangnya.
Menurut Gus Karim, padahal pintu kebahagiaan anak adalah birrul walidain, selain itu doa kepada kedua orang tua dapat dijadikan wasilah untuk memecahkan masalah.
Hal kedua yakni orang yang bisa membaca Al-Qur’an tetapi dalam sehari tidak membaca (minimal) 100 ayat. Selanjutnya adalah orang yang masuk masjid tetapi tidak sampai menjalankan shalat 2 rakaat dan orang yang berjalan lewat kubur, tetapi tidak mengucap salam dan mendoakan. “Orang mati itu senang didoakan,” jelasnya.
Golongan kelima, orang bepergian jauh hari Jum’at. Meski diberi dispensasi, tapi sayang karena tidak jumatan padahal punya kesempatan.
Berikutnya orang yang tahu ada ulama tetapi tidak mau datang atau mencari ilmu. Lalu dua orang bertemu tapi tidak saling mengenal dan orang yang mendapat undangan tapi tidak hadir tanpa sebab.
Sembilan, pemuda yang menyia-nyiakan masa mudanya. “Jadilah pemuda yang cita-citamu di bintang meskipun kaki di atas bumi,” kata Pengasuh Pesantren Al Qur’aniy Solo itu.
Terakhir, yaitu orang yang tidak peduli pada tetangganya. Kepedulian itu tidak hanya berbentuk makanan, tapi juga dapat berupa sandang.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Ajie Najmuddin
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua