Siswa Rutin Mengaji Al-Qur’an Sebelum Belajar
NU Online · Rabu, 22 Mei 2013 | 03:01 WIB
Probolinggo, NU Online
Beragam inovasi terus dilakukan lembaga pendidikan dalam mencetak generasi yang cerdas, berkualitas dan berakhlakul karimah. Salah satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan mengaji Al-Qur’an bersama sebelum aktifitas belajar mengajar dimulai.<>
Seperti kegiatan yang dilakukan di SD IT Permata Kraksaan. SD yang memiliki sekitar 200 siswa ini rutin mengajak anak didiknya mengaji Al-Qur’an sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. “Dilaksanakan tiap hari di sekolah dengan tujuan sebagai interaksi siswa dengan Alqur’an,” ujar Kepala SD IT Permata Kraksaan Nurul Hidajati kepada NU Online, Selasa (21/5).
Menurutnya, kegiatan mengaji itu dilakukan juga sebagai bahan hafalan para anak didiknya. Sebab jika tidak diagendakan maka anak akan malas untuk belajar apalagi untuk menghafal Al-Qur’an. Terlebih dengan sajian tayangan televisi yang saat ini sudah beranekaragam.
“Targetnya juz ke-30 yang diikuti oleh para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Dengan harapan anak-anak bisa menghafal Alqur’an dengan cepat. Jika ini berhasil, maka anak bisa belajar juz yang lain dengan bimbingan orang tua dan guru ngajinya masing-masing,” jelasnya.
Sebagai bahan evaluasi dijelaskan Nurul, tiap akhir semester dilakukan munaqosah tahfidz juz 30 atau tes hafalan pada semua siswanya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan keberhasilan anak didiknya dalam menghafal Al-Qur’an juz ke-30.
“Kalau kegiatan mengajinya sudah sejak dulu saat sekolah ini berdiri. Nanti kegiatan munaqosah tahfidz juz 30 ini kita adakan rutin setiap akhir semester. Sebab, antusiasme para orang tua sangat tinggi,” katanya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Syamsul Akbar
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua