Blora, NU Online
Ini tentang penyusunan kepengurusan NU Ranting Karangjati, Blora, Jawa Tengah. Dalam rapat tim formatur yang dipimpin Rais Syuriyah NU Ranting, K Tasrifin Tanjung di Musholla Al Anwar RT 02/RW 02 Karangjati pada 18 Mei lalu, berhasil disusun kepengurusan NU Ranting periode 2014-2019.<>
Dari nama-nama yang masuk kepengurusan, diisi sejumlah kiai. Mereka ditempatkan di jajaran mustasyar dan syuriyah. Sementara untuk jajaran tanfidziyah diisi kalangan profesional. Bahkan, kendati hanya tingkat ranting, untuk jajaran tanfidziyah sedikitnya ada lima orang pengurus yang bergelar master (S2).
Usai rapat formatur, Kepada Suara NU, Kiai Tasrifin mengungkapkan, pihaknya bersama tim formatur sudah berusaha mengakomodasi dari beberapa masukan terkait personil yang akan dimasukkan di jajaran pengurus ranting. Mengingat wilayah Karangjati yang cukup luas, maka jumlah personilnya juga cukup banyak.
”Meski sudah diputusakan, penambahan personil pengurus masih terbuka lebar. Ini demi kemajuan NU di Karangjati,” ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, meski dalam aturan untuk kepengurusan ranting tidak ada mustasyar, namun pihaknya tetap membuat pos mustasyar. Langkah ini diambil dalam rangka untuk mengakomodasi tokoh-tokoh NU di ranting tersebut.
”NU Ranting Karangjati lokasinya cukup strategis. Yakni, di jantung kota Blora. Karena itu, melalui kepengurusan yang kuat, program-program NU akan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga melengkapi kepengurusan di tingkat lembaga. Seperti Lembaga Bahtsul Masail NU, Lesbumi, Kemaslahatan Keluarga NU, Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Lembaga Da’wah NU.
Untuk banom NU juga akan segera dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Seperti IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, dan Gerakan Pemuda Ansor. Lembaga atau banom lain sekiranya memungkinkan juga akan segera dibentuk.
”Kami rencanakan, sebelum Ramadhan, kepengurusan yang baru sudah bisa dilantik dan dilanjutkan rapat kerja organisasi,” tandasnya. (Sholihin Hasan/Anam)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua