Tempuh 100 Kilometer, Ratusan Santriwati Mambaul Ulum Pidie Jaya Ikuti Tradisi Peuphon Kitab di Aceh Besar
NU Online · Rabu, 8 Juli 2026 | 10:00 WIB
Para santriwati saat peuphon kitab (indak kitab) di maqbarah Almursyid Abu Lueng Ie komplek Dayah tersebut. (Foto: Helmi Abu Bakar)
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Aceh Besar, NU Online
Ratusan santriwati Dayah Mambaul Ulum Japakeh, Gampong Lueng Teungoh, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mengikuti tradisi peuphon kitab di Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie, Gampong Lueng Ie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
Didampingi pengasuh dan sejumlah dewan guru, rombongan berangkat menggunakan lima bus pada malam hari. Mereka menempuh perjalanan lebih dari 100 kilometer untuk meminta pembacaan awal kitab sekaligus mengharapkan keberkahan ilmu dari Abon Tajuddin, mursyid Tarekat Naqsyabandiyah dan putra pendiri Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie.
Tgk Asnawi pengasuh Dayah Mambaul Ulum kepada NU Online, Sabtu (4/7/2026) mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar perjalanan untuk mengikuti seremoni pembukaan kitab. Kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru dalam diri para santriwati untuk semakin tekun belajar, mengulang pelajaran, memahami kitab, dan mengamalkan ilmu.
“Harapan kami, peuphon kitab ini bukan hanya sebatas mengais berkah. Lebih dari itu, kegiatan ini harus menjadi motivasi bagi para santriwati agar semakin tekun dalam beut seumeubeut, semakin menghormati guru, dan semakin bersungguh-sungguh memahami kitab yang dipelajari,” ujar Tgk Asnawi.
Ia menegaskan bahwa keberkahan harus disertai dengan kesungguhan. Perjalanan jauh menemui ulama akan kehilangan sebagian maknanya apabila setelah kembali ke dayah para santri tidak meningkatkan kedisiplinan dalam belajar
Malam telah menyelimuti sebagian besar wilayah Aceh ketika lima bus itu bergerak meninggalkan Pidie Jaya. Di dalam kendaraan, sebagian santriwati duduk sambil memeluk kitab yang akan dipelajari. Sebagian lainnya beristirahat untuk mengumpulkan tenaga selama perjalanan.
Bus terus melaju di bawah dinginnya udara malam, melintasi kawasan pegunungan Aceh Besar dan jalanan di sekitar Seulawah, sebelum memasuki jalan tol menuju Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie.
Di balik kaca bus, gelap malam dan barisan pegunungan mengiringi perjalanan para penuntut ilmu. Udara dingin Seulawah tidak menyurutkan semangat mereka. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menyambung silaturahim keilmuan dan menjemput keberkahan dari ulama.
Para santriwati turut didampingi pengasuh dayah dan sejumlah dewan guru, termasuk Tgk Asnawi, salah seorang guru senior Dayah Mambaul Ulum Japakeh.
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
PBNU Sebut Pengalaman Tambakberas Jombang Jadi Modal Utama Selenggarakan Muktamar Ke-35 NU
6
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua