Dua Penulis Palestina Tarik Buku dari Penguin Random House karena Penyuntingan Sejarah Palestina
NU Online · Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:00 WIB
Washington, NU Online
Dua penulis keturunan Palestina, Jenan Matari dan Alana Hadid, memutuskan menarik buku sejarah Palestina untuk anak-anak dari Penguin Random House, salah satu penerbit terbesar di dunia. Keduanya menolak sejumlah perubahan naskah yang dinilai menghilangkan perspektif Palestina dalam membahas peristiwa Nakba dan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Matari dan Hadid mengumumkan keputusan tersebut pada Kamis. Mereka menarik buku berjudul Displacement and the Palestinian American Story setelah pihak penerbit mengusulkan sejumlah perubahan yang menurut keduanya akan menghilangkan sudut pandang Palestina.
Dalam unggahan di Instagram, Matari mengatakan bahwa mereka memilih mempertahankan prinsip dan keberpihakan kepada komunitasnya daripada mengorbankan keduanya demi menerbitkan buku.
“Ketika kami didesak oleh pimpinan yang lebih tinggi untuk meninggalkan kompas moral kami dan mengutuk perlawanan dengan istilah-istilah kolonial hanya agar buku ini bisa diterbitkan, saya dan Alana akan selalu memilih pilihan kedua,” tulis Matari dilansir Anadolu.
Ia menegaskan bahwa mereka tidak akan mengkhianati masyarakatnya demi kenyamanan pihak lain, terlebih demi kesuksesan pribadi.
Dalam video yang diunggah bersama Hadid, Matari mengatakan buku yang mereka kerjakan selama dua tahun itu akan diterbitkan oleh Interlink Publishing pada 2027.
Interlink telah membuka pemesanan awal buku tersebut dengan judul Understanding Palestine for Young Readers: A Palestinian American Perspective, atau “Memahami Palestina untuk Pembaca Muda: Perspektif Palestina-Amerika”.
Perbedaan Penyuntingan Naskah
Surat kabar The Guardian pertama kali melaporkan penarikan buku tersebut. Menurut laporan itu, kedua penulis menarik naskah pada awal September setelah seorang editor Random House menambahkan kalimat tanpa persetujuan mereka mengenai serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Kalimat tersebut menyebut bahwa “tindakan-tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional”.
Hadid mengatakan kepada The Guardian bahwa proses penyuntingan membuat mereka menyadari penerbit tidak akan mengizinkan keduanya menulis buku sesuai dengan visi yang mereka inginkan.
Menurut laporan yang sama, Random House juga mengusulkan penghapusan kata “Yahudi” sebagai kata sifat di sejumlah bagian naskah. Salah satunya terdapat dalam uraian penulis mengenai milisi Zionis yang terlibat dalam penghancuran desa-desa Palestina selama Nakba, yang mereka sebut sebagai “geng-geng Yahudi”.
Nakba, yang berarti malapetaka dalam bahasa Arab, merujuk pada pengusiran dan pengungsian massal warga Palestina serta kehilangan tanah dan tempat tinggal mereka dalam peristiwa sekitar pembentukan Israel pada 1948.
Pada Agustus, penerbit juga mengusulkan penambahan catatan penerbit mengenai peristiwa 7 Oktober serta menaikkan batas usia pembaca dari 10 tahun ke atas menjadi 14 tahun ke atas. Informasi tersebut dilaporkan The Guardian berdasarkan korespondensi surel antara penulis dan penerbit.
Penerbit Sebut Ikuti Prosedur Standar
Menanggapi persoalan tersebut, juru bicara Random House mengatakan kepada The Guardian bahwa proses penyuntingan telah mengikuti prosedur penerbitan buku yang berlaku.
Pihak penerbit juga menyatakan menghormati keputusan kedua penulis untuk menarik naskah tersebut.
Random House Children’s Books, bagian dari Penguin Random House, menandatangani kontrak penerbitan buku itu dengan Hadid dan Matari pada November 2024.
Hadid dikenal sebagai aktivis sekaligus kakak dari model Bella dan Gigi Hadid. Sementara itu, Matari merupakan penulis dan ahli strategi komunikasi.
Perselisihan ini menyoroti perbedaan pandangan antara penulis dan penerbit mengenai penyajian sejarah Palestina, termasuk Nakba dan serangan 7 Oktober 2023, dalam buku yang ditujukan kepada pembaca anak-anak.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Bahaya Dengki terhadap Keluarga dan Tetangga
3
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
4
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
5
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
6
Khutbah Jumat: Pentingnya Membantu Korban Kebakaran Hutan dan Lahan
Terkini
Lihat Semua