Krisis, Muslim Amerika Minta Bantuan ke Israel Dihentikan
NU Online · Jumat, 4 Oktober 2013 | 11:00 WIB
Washington, NU Online
Penghentian sementara operasi pemerintah sejak 17 tahun terakhir mendorong sekelompok Muslim Amerika meminta penghentian bantuan finansial kepada Israel, yang mengatakan bahwa hal ini menambah beban keuangan pada anggaran Amerika.
<>
“Ini tidak dapat dibenarkan bahwa kita terus membiayai militer Israel ketika pemerintah kita tidak dapat membayar pegawainya atau membiayai layanan penting lainnya,” kata Dr Osama Abu Irshaid, anggota dewan nasional American Muslims for Palestine (AMP), kepada Palestine News Network, pada Rabu, 2 October.
“Dukungan tanpa syarat kita pada Israel melukai gambaran seluruh dunia dan melemahkan keamanan kita."
“Inilah saatnya mempertahankan uang di rumah sendiri untuk membantu rakyat Amerika yang sangat membutuhkan.”
Pemerintah Amerika menutup sebagian operasinya pada Selasa, 1 October, setelah Kongres gagal menyepakati anggaran baru.
Lebih dari 700.000 pegawai negeri federal terpaksa diliburkan tanpa dibayar dan taman nasional, museum dan banyak bangunan lain terpaksa ditutup.
Pada Selasa, Presiden Barrack Obama bersumpah tidak mengizinkan anggota kongres asal Partai Republik merusak legislasi layanan kesehatan, sebagai syarat untuk memulai pemerintahan.
“Mereka menutup operasi pemerintah atas perang ideologi untuk memberi pelayanan asuransi yang terjangkau bagi rakyat Amerika,” kata Obama di Gedung Putih.
“Dengan kata lain, mereka meminta tebusan untuk melakukan pekerjaan mereka.”
Menindaklanjuti penutupan pada Selasa tersebut, AMP mengumumkan rencananya untuk memperluas kampanye penghentian bantuan pada Israel secara nasional.
Iklan tersebut berbunyi “Rakyat Amerika memberi Israel $3 milyar dolar (33 trilyun rupiah) per tahun! Akhiri kebijakan apartheid ini! Hentikan bantuan Amerika pada Isreal.”
Kelompok penekan pro-Israel seperti J Street dan AIPAC secara aktif bekerja untuk mengarahkan kebijakan luar negeri AS yang mendukung Israel.
Amerika Serikat menyediakan bantuan militer $3.1 milyar setiap tahun, meskipun Amerika dihadapkan pada permasalahan ekonomi domestik. (onislam.net/mukafi niam)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
5
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua