Otoritas Transportasi Saudi Informasikan Kabar Terbaru Kereta Haramain
NU Online · Sabtu, 20 April 2019 | 06:00 WIB
Kereta Api Berkecepatan Tinggi Haramain yang menghubungkan Mekah dan Madinah, dan peran strategisnya dalam mengembangkan industri transportasi Saudi dibahas selama pertemuan bulanan Otoritas Angkutan Umum di markas besarnya di Riyadh.
Rayan Al-Harbi, Direktur Jenderal Operasi dan Pemeliharaan Kereta Api, yang mulai beroperasi lebih dari enam bulan lalu, membahas fitur-fitur utama megaproyek yang terbesar di wilayah tersebut dan yang terbesar keenam di dunia, dan bagaimana mgaproyek itu membantu mempromosikan industri transportasi di Kerajaan.
Menurutnya, lokasi strategis yang dipilih untuk lima stasiun yang dilayani oleh kereta api, antara lain Mekah, Madinah, Jeddah, Bandara Internasional Raja Abdul Aziz dan Kota Ekonomi Raja Abdullah di Rabigh. Stasiun Jeddah adalah yang terbesar di dunia, yang memberikan nilai tambah proyek melalui layanan canggih yang disediakannya untuk para penumpang.
Seperti dilansir arabnews.com, Al-Harbi memuji penggunaan teknologi dalam proses operasional kereta api dan layanan elektronik, termasuk pemesanan online. Proyek besar nasional bergantung pada tenaga kerja nasional yang sangat berkualitas, dan banyak pekerjaan penting telah dimujudkan melalui tim kerja dan pemimpin hingga staf pemeliharaan dan operasi.
Dia mengatakan, proyek tersebut adalah salah satu proyek transportasi cepat terbesar di dunia dalam hal infrastruktur. Termasuk di dalamnya enam generator listrik raksasa dan banyak jembatan yang dirancang khusus agar aman dan nyaman jika terjadi badai pasir atau banjir.
Lebih dari 700 perjalanan telah selesai dan lebih dari 300.000 penumpang telah melakukan perjalanan dengan kereta Haramain sejak dibuka secara resmi oleh Raja Salman pada bulan September 2018. Diperkirakan dapat mengangkut hingga 60 juta penumpang per tahun. (Masdar)
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua