Arab Saudi tidak lagi menggunakan cambuk sebagai bentuk hukuman. Berdasarkan keputusan Komisi Umum untuk Mahkamah Agung yang diambil bulan ini, hukuman cambuk diganti dengan hukuman penjara atau denda, campuran keduanya, atau non-penahanan seperti layanan masyarakat.
"Keputusan itu merupakan perpanjangan dari reformasi hak asasi manusia yang diperkenalkan di bawah arahan Raja Salman dan pengawasan langsung Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman," demikian tertulis dalam dokumen, sebagaimana diberitakan Reuters, Sabtu (25/4).
Keputusan itu dianggap sebagai langkah besar dalam program reformasi Kerajaan yang digagas Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Selama ini, cambuk dipakai untuk menghukum para terpidana yang terbukti bersalah atas pidana seperti zina, pelanggaran perdamaian, sampai pembunuhan. Terpidana terkadang ada yang mendapatkan hukuman ratusan cambukan. Pada 2014 lalu, seorang blogger Saudi, Raif Badawi, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan 1.000 cambukan dengan tuduhan menghina Islam.
Meski hukuman cambuk tidak lagi digunakan, Kerajaan belum memutuskan untuk menghapus bentuk-bentuk lain hukuman fisik seperti amputasi (qishas) untuk kasus pencurian dan hukuman mati untuk kasus pembunuhan dan pelanggaran teroris.
Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia mengecam hukuman mati atau hukuman keras di Saudi yang masih dipakai. Terlebih tahun lalu Amnesti Internasional mencatat ada 184 orang meninggal akibat pemberlakukan hukuman keras di Kerajaan. Kelompok hak asasi menyebut, meningkatnya hukuman mati di Saudi merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan.
Pewarta: Muchlishon
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua