Tentara Israel Borgol Anak-Anak Palestina
NU Online · Sabtu, 16 November 2013 | 11:52 WIB
Jerusalem, NU Online
Tentara Israel di Tepi Barat menahan empat anak-anak Palestina berumur lima hingga sembilan tahun selama lebih dari sejam dengan tangan diborgol, Jumat, kata saksi warga Palestina.<>
AFP melaporkan jurubicara militer Israel mengatakan tentara menahan beberapa anak dibawah umur saat terjadi kerusuhan di desa Kfar Qaddum di wilayah utara Tepi Barat, namun mereka hanya ditahan sebentar.
"Sekelompok anak-anak Palestina dilihat membakar ban," katanya. "Biasanya kerusuhan diawali dengan pembakaran ban yang digelindingkan ke arah petugas keamanan".
"Tentara menahan anak-anak itu untuk mencegah kekerasan yang tak perlu dan ketika seorang komandan tiba tak lama kemudian, mereka dilepaskan," katanya.
Ia tidak memberikan informasi mengenai umur anak-anak itu ataupun penggunaan borgol dalam kasus itu, namun mengatakan bahwa insiden tersebut tengah dipelajari oleh pihak militer.
Pegiat Palestina Murad Ashtiye mengatakan kepada AFP terjadi bentrokan dengan tentara di desa itu selama protes tiap minggu menentang pendudukan Israel yang dilakukan oleh penduduk Palestina dan pegiat internasional.
"Empat anak yang ada di kawasan itu dilempar granat oleh tentara Israel sehingga menakutkan mereka," kata Ashtiye dari Komite Koordinasi Perjuangan Populer desa itu.
"Kemudian tentara menahan mereka dan mengikat tangan mereka ke belakang dengan tali plastik," imbuh dia.
Keempat anak tersebut adalah Tariq Hikmet (9), Hossam Khaldun (7), Malak Hikmet (6) dan Ahmad Abdesalam (5), katanya. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
2
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
3
200 Ribu Anak Terpapar Judol, Komdigi: Peran Tokoh Agama hingga Orang Tua Penting sebagai Benteng
4
LBH Sarbumusi Desak APH Tindak Dugaan Penyelewengan Dana MBG
5
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
6
ABK Indonesia Rentan Dieksploitasi, Pengawasan Industri Perikanan Dinilai Lemah
Terkini
Lihat Semua