KH Zakky Mubarak Ungkap Dua Sikap yang Wajib Dimiliki Muslim saat Hadapi Pasang Surut Kehidupan
NU Online · Kamis, 4 Juni 2026 | 20:00 WIB
Bandung, NU Online
Salah seorang Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zakky Mubarak, mengingatkan bahwa sikap hidup seorang Muslim hendaknya selalu diwarnai dengan rasa syukur ketika memperoleh nikmat serta kesabaran saat menghadapi berbagai cobaan kehidupan.
“Sikap hidup manusia Muslim adalah senantiasa bersyukur pada saat mereka memperoleh karunia dan nikmat, serta bersikap tabah dan sabar pada saat menerima hal-hal yang tidak disukai atau hal-hal yang tidak menyenangkan,” ujar Kiai Zakky dalam tausiyahnya yang disampaikan melalui akun Facebook Zakky Mubarak Syamrakh, pada Selasa (2/6/2026) diberitakan NU Online Jabar.
Dalam video berdurasi 1 menit 32 detik tersebut, Kiai Zakky menjelaskan bahwa kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari dua keadaan yang silih berganti, yakni kemudahan dan kesulitan, kebahagiaan dan kesedihan. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan bagian dari sunnatullah yang akan selalu menyertai perjalanan hidup manusia.
“Sesungguhnya dalam hidup ini terjadi dua hal itu. Ada yang mudah, ada yang sulit. Ada yang menyenangkan, ada yang tidak menyenangkan. Semua itu merupakan pasangan dalam kehidupan manusia,” jelasnya.
Kiai Zakky menegaskan bahwa sikap terbaik yang dapat dimiliki seorang Muslim adalah bersyukur ketika menerima rahmat dan karunia Allah SWT serta bersabar ketika menghadapi ujian dan cobaan.
“Maka yang terbaik adalah orang-orang yang bersyukur kepada Allah setiap memperoleh rahmat dan karunia-Nya, dan yang kedua bersikap tabah dan sabar pada saat menerima cobaan-cobaan-Nya,” tuturnya.
Menurutnya, perpaduan antara syukur dan sabar akan melahirkan kestabilan hidup sehingga seseorang tidak mudah goyah oleh perubahan keadaan yang terjadi di sekitarnya.
“Dalam hal inilah kita akan menjadi orang-orang yang memiliki kestabilan hidup, tidak mudah guncang,” katanya.
Kiai Zakky kemudian mengutip sebuah pedoman hidup yang mengajarkan pentingnya dua sikap tersebut, yakni Al-Ghaniyyus Syakir wal-Faqirus Shabir, yang berarti orang yang berkecukupan hendaknya senantiasa bersyukur, sementara orang yang sedang mengalami kesulitan hendaknya tetap bersabar.
“Orang-orang yang cukup, yang kaya, yang selalu bersyukur, dan orang-orang yang hidup dalam kesulitan tetapi tetap bersabar. Itulah pedoman hidup yang harus kita pegang,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua