Cara dan Posisi Tidur yang Dicontohkan Rasulullah
NU Online Ā· Senin, 14 Maret 2022 | 09:31 WIB
Disebutkan ahli kesehatan bahwa istirahat terbaik adalah tidur. Dengan demikian banyak anggota tubuh yang istirahat selama tidur berlangsung. Hanya saja, bagaimana posisi tidur yang dianjurkan dalam agama Islam?
Tidur adalah sebagian rutinitas yang dilakukan oleh manusia setiap harinya. Allah dalam Al-Qurāan berfirman:Ā
Ā ŁŁŁ
ŁŁŁ Ų¢ŁŁŲ§ŲŖŁŁŁ Ł
ŁŁŁŲ§Ł
ŁŁŁŁ
Ł ŲØŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŁŁŲ§ŲØŁŲŖŁŲŗŁŲ§Ų¤ŁŁŁŁ
Ł Ł
ŁŁŁ ŁŁŲ¶ŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁ ŁŁŁ Ų°ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ¢ŁŲ§ŲŖŁ ŁŁŁŁŁŁŁ
Ł ŁŁŲ³ŁŁ
ŁŲ¹ŁŁŁŁĀ
Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. (QS Ar Rum: 23).Ā
Sebagai seorang muslim, tentu kita menginginkan agar segala perbuatan yang dilakukan setiap hari dapat sesuai dengan tuntunan dan anjuran syara, termasuk mengenai posisi tidur. Dan mengenai posisi tidur, Rasulullah memberikan penjelasan secara khusus dalam salah satu haditsnya:Ā
Ā Ų„ŁŲ°ŁŲ§ Ų£ŁŲŖŁŁŁŲŖŁ Ł
ŁŲ¶ŁŲ¬ŁŲ¹ŁŁŁ ŁŁŲŖŁŁŁŲ¶ŁŲ£Ł ŁŁŲ¶ŁŁŲ”ŁŁŁ ŁŁŲµŁŁŲ§Ų©ŁŲ Ų«ŁŁ
ŁŁ Ų§Ų¶ŁŲ·ŁŁŲ¬ŁŲ¹Ł Ų¹ŁŁ Ų“ŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ£ŁŁŁŁ
ŁŁŁĀ
Artinya: Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan. (HR al-Bukhari dan Muslim).Ā
Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa dianjurkannya tidur dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan adalah karena Rasulullah menyukai untuk melakukan segala hal yang baik dengan bagian kanan. Seperti makan dengan tangan kanan, membasuh anggota wudhu dimulai dari bagian kanan, mengisi shaf dianjurkan untuk mendahulukan bagian kanan, dan beberapa anjuran lainnya.Ā Selain itu, tidur dengan bertumpu pada bagian kanan dianggap lebih cepat untuk bangun, sehingga tidak sulit tatkala hendak dibangunkan oleh orang lain. (Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarah Shahih Muslim, juz 17, halaman: 32).Ā
Selain bertumpu pada bagian kanan tubuh, tidur juga dianjurkan untuk menghadap kiblat. Sebab cara demikian adalah tidur yang dilakukan oleh Rasulullah. Artinya, melakukannya tergolong sebagai sebuah kesunahan.Ā
Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Sayyidah āAisyah dijelaskan:Ā
Ā ŁŁŲ§ŁŁ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŲµŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁ ŁŲ³ŁŁŁŁŁ
ŁŁŲ£ŁŁ
ŁŲ±Ł ŲØŁŁŁŲ±ŁŲ§Ų“ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ±ŁŲ“Ł ŁŁŁŁŲ ŁŁŁŁŲ³ŁŲŖŁŁŁŲØŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲØŁŁŁŲ©ŁŲ ŁŁŲ„ŁŲ°ŁŲ§ Ų¢ŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŁŁŲ³ŁŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁ
ŁŁŁŁĀ
Artinya: Rasulullah memerintahkan āAisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan, lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal. (HR Abu Yaāla).Ā
Artikel diambil dari:Ā Posisi Tidur yang Dianjurkan dalam Islam
Tidur dengan menghadap kiblat, seperti dalam hadits di atas dapat digambarkan dengan dua cara. Seperti yang dijelaskan oleh Imam Nawawi Banten berikut:Ā
Ā (ŁŲ„Ų°Ų§ Ų£Ų±ŲÆŲŖ Ų§ŁŁŁŁ
ŁŲ§ŲØŲ³Ų· ŁŲ±Ų§Ų“Ł Ł
Ų³ŲŖŁŲØŁ Ų§ŁŁŲØŁŲ©) ŁŲ§ŁŲ§Ų³ŲŖŁŲØŲ§Ł Ų¹ŁŁ Ų¶Ų±ŲØŁŁŁ Ų£ŲŲÆŁŁ
Ų§ Ų§Ų³ŲŖŁŲØŲ§Ł Ų§ŁŁ
ŲŲŖŲ¶Ų±Ų ŁŁŁ Ų§ŁŁ
Ų³ŲŖŁŁŁ Ų¹ŁŁ ŁŁŲ§ŁŲ ŁŲ§Ų³ŲŖŁŲØŲ§ŁŁ Ų£Ł ŁŁŁŁ ŁŲ¬ŁŁ ŁŲ£Ų®Ł
ŲµŲ§Ł Ų„ŁŁ Ų§ŁŁŲØŁŲ©Ų ŁŁŲ°Ų§ Ų§ŁŲ§Ų³ŲŖŁŁŲ§Ų” Ł
ŲØŲ§Ų ŁŁŲ±Ų¬Ų§ŁŲ ŁŁ
ŁŲ±ŁŁ ŁŁŁŲ³Ų§Ų”Ų ŁŲ«Ų§ŁŁŁŁ
Ų§ ŁŁŁ Ų³ŁŲ© Ł
Ų§ Ų°ŁŲ±Ł ŲØŁŁŁŁ (ŁŁŁ
Ų¹ŁŁ ŁŁ
ŁŁŁ ŁŁ
Ų§ ŁŲ¶Ų¬Ų¹ Ų§ŁŁ
ŁŲŖ ŁŁ ŁŲŲÆŁ) ŁŁŁŁŁ ŁŲ¬ŁŁ Ł
Ų¹ ŁŲØŲ§ŁŲ© ŲØŲÆŁŁ Ų„ŁŁ Ų§ŁŁŲØŁŲ© ŁŲ£Ł
Ų§ Ų§ŁŁŁŁ
Ų¹ŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŲ ŁŁŁ ŁŁŁ
Ų§ŁŲ“ŁŲ§Ų·ŁŁŲ ŁŁŁ Ł
ŁŲ±ŁŁ ŁŲ£Ł
Ų§ Ų§ŁŁŁŁ
Ų¹ŁŁ Ų§ŁŁŲ³Ų§Ų±Ų ŁŁŁ Ł
Ų³ŲŖŲŲØ Ų¹ŁŲÆ Ų§ŁŲ£Ų·ŲØŲ§Ų” ŁŲ£ŁŁ ŁŲ³Ų±Ų¹ ŁŲ¶Ł
Ų§ŁŲ·Ų¹Ų§Ł
Ā
Artinya: Jika engkau akan tidur, maka gelarlah tempat tidurmu dengan menghadap kiblat. Tidur dengan menghadap kiblat ada dua cara. Pertama, istiqbal muhtadhar yakni dengan cara terlentang atas tengkuk kepala, wajah dan kedua lekuk kaki dihadapkan pada kiblat. Cara tidur demikian mubah dilakukan bagi laki-laki, sedangkan bagi wanita hukumnya makruh. Kedua, cara ini adalah cara tidur yang sunnah untuk dilakukan, yakni tidurlah dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan sebagaimana posisi orang yang meninggal di liang lahadnya. Tidur dengan cara ini adalah dengan menghadapkan wajah dan bagian depan tubuh pada arah kiblat. Tidur dengan bertumpu pada wajah (tengkurap) adalah cara tidurnya setan. Tidur dengan cara demikian adalah makruh hukumnya. Sedangkan tidur dengan bertumpu pada bagian kiri tubuh adalah hal yang dianjurkan oleh para dokter, sebab tidur dengan cara demikian lebih cepat dalam mencernakan makanan. (Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, Maraqi al-āUbudiyah, halaman: 43).Ā
Dari dua cara tidur dengan menghadap kiblat dalam referensi di atas, tentu yang paling utama adalah cara kedua, yakni tidur dengan bertumpu pada bagian kanan dengan menghadapkan wajah dan bagian depan tubuh pada arah kiblat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa posisi yang dianjurkan oleh syara adalah tidur dengan bertumpu pada bagian kanan tubuh dengan menghadapkan wajah dan tubuh bagian depan ke arah kiblat.Ā
Cara ini dirumuskan berdasarkan dengan mengombinasikan (jamāu) dua hadits di atas. Sehingga dengan mengamalkan cara ini, berarti kita turut ikut mengamalkan dua hadits yang semuanya bersumber dari Rasulullah. Wallahu aālam.
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua