Dirosah Wustho Rijalul Anshor Jatim Bentuk Kader Kreatif, Inovatif, dan Solutif
NU Online · Ahad, 16 November 2025 | 14:00 WIB
Sampang, NU Online Jatim
Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jatim menggelar Dirosah Wustho selama tiga hari, yakni Jumat-Ahad (14-16/11/2025). Kegiatan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum At-Taufiq, Robatal, Sampang, Jawa Timur.
Ketua PW MDS Rijalul Ansor Jatim, Gus Ahmad Khafabihi Mahrus, menuturkan dalam konsep dakwah tidak boleh keras. Oleh karenanya, ia menginginkan agar kader Rijalul Ansor dan para santri menjadi pribadi yang inovatif, kreatif, dan solutif.
“Dirosah ini kita niati ngaji, kita siapkan supaya dakwah kita diterima di masyarakat dan agar masyarakat juga tidak terusik dengan dakwah kita. Karena tujuan dakwah itu adalah mencari simpatik masyarakat,” katanya saat pembukaan Dirosah Wustho, Jumat (14/11/2025).
Lebih lanjut, dirinya berpesan kepada seluruh kader Rijalul Ansor agar tidak berharap untuk menjadi pribadi yang sempurna. Namun, harapan yang selayaknya ditanamkan ialah menjadi orang yang berguna.
“Karena berguna itu adalah sebuah kemanfaatan yang luar biasa. Semoga acara ini bermanfaat dan sukses memberikan keberkahan kepada kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Kaderisasi PW MDS Rijalul Ansor Jatim sekaligus Ketua Panitia, Lora Moh Khoiron Zaini, mengatakan bahwa Dirosah Wustho ini adalah jenjang kaderisasi MDS RA lanjutan atau level kedua setelah Dirosah Ula.
“Ini merupakan amanah organisasi dalam satu periode untuk melaksanakan kegiatan Dirosah Wustho. Semoga ini bukan hanya kegiatan seremonial saja, tapi menjadi kegiatan yang nantinya benar-benar akan mencetak kader-kader terbaik Rijalul Ansor,” tuturnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Subsidi Haji dari APBN, MUI: Tak Pengaruhi Keabsahan Ibadah
Terkini
Lihat Semua