Rektor Unusa Dorong Manfaatkan Teknologi Demi Efisiensi dan Produktivitas Tinggi
NU Online · Ahad, 8 November 2026 | 07:00 WIB
Surabaya, NU Online Jatim
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof Tri Yogi Yuwono, mendorong sivitas akademik untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan kualitas layanan.
Pesan itu disampaikan saat pembukaan webinar bertajuk “Strategi Meningkatkan Produktivitas dengan Google Workspace, AI, dan Automation”, Kamis (22/10/2026). Webinar ini digelar bersama Kantor Peningakatan Daya Saing dan Kebekerjaan Unusa, PT Orbit Nasional Edukasi (ONE Indonesia), PT IDStar Cipta Teknologi, dan PT Indosat Ooredoo Hutchison.
Prof Tri Yogi menegaskan, tantangan pada era digital bukan lagi sekadar mendapatkan informasi, melainkan kemampuan mengelola informasi, menentukan prioritas, mengatur waktu, dan mengoptimalkan sumber daya agar pekerjaan dapat diselesaikan secara lebih efektif.
“Ketiga teknologi ini, jika disinergikan dengan tepat, dapat menjadi pengungkit produktivitas yang luar biasa. Kita tidak lagi hanya dituntut bekerja lebih keras (work harder), tetapi juga harus mampu bekerja lebih cerdas (work smarter),” ujarnya dilansir laman resmi Unusa, Sabtu (07/11/2026).
Ia menjelaskan, Google Workspace, AI, dan otomatisasi memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendukung transformasi digital. Google Workspace menyediakan ekosistem kolaborasi yang memungkinkan tim bekerja bersama secara lebih terintegrasi. Dokumen dapat dikerjakan secara bersamaan, koordinasi berlangsung lebih cepat, dan perkembangan pekerjaan dapat dipantau secara transparan.
Sementara itu, AI dapat dimanfaatkan sebagai asisten cerdas untuk membantu melakukan riset awal, menyusun draf dokumen, menganalisis data, serta merumuskan alternatif pemecahan masalah. Dengan dukungan teknologi tersebut, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu relatif panjang dapat diselesaikan secara lebih efisien.
"Sehingga tenaga dan waktu dapat dialihkan untuk kegiatan yang membutuhkan pemikiran strategis, kreativitas, dan inovasi,"kata Prof Tri Yogi.
Adapun otomatisasi, lanjut Rektor Unusa, memungkinkan berbagai pekerjaan administratif yang berulang, seperti pengiriman email konfirmasi, pemindahan data, dan pengelolaan jadwal, dilakukan melalui sistem. Dengan demikian, sumber daya manusia dapat lebih berfokus pada pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan, kreativitas, dan interaksi manusia.
"Transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi. Karena itu, Unusa berkomitmen memperkuat literasi digital seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa," tuturnya.
Pengintegrasian teknologi digital di lingkungan kampus diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga memperbaiki tata kelola administrasi, mempercepat layanan, serta mendukung hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Untuk itu, ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak secara otomatis menghasilkan produktivitas apabila tidak disertai sikap dan etos kerja yang baik. Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa orang yang tekun, rajin, disiplin, dan konsisten akan mampu mengungguli orang pintar yang malas.
"Teknologi hadir bukan untuk memanjakan kita agar bermalas-malasan atau mencari jalan pintas yang instan dan tidak jujur. Teknologi harus melipatgandakan daya kerja dan produktivitas orang-orang yang mau bekerja keras serta memiliki daya juang tinggi,” tegasnya.
Menurut Prof Tri Yogi, pemanfaatan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab atas hasil pekerjaan. Teknologi dapat membantu mempercepat proses, tetapi ketepatan, relevansi, dan kualitas hasil tetap memerlukan pemeriksaan serta pertimbangan manusia.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Mencari Rezeki dengan Jujur, Meraih Berkah dalam Hidup
2
Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Dibuka
3
Khutbah Jumat: Menjaga Lisan dan Jari dari Fitnah di Media Sosial
4
Refly Harun Sebut Ijazah Jokowi yang Ditunjukkan di Sidang Berbeda dengan Dokumen di Polda
5
PBNU Matangkan Materi Kaderisasi, Targetkan Pengkaderan Lebih Singkat dan Efektif
6
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Kepada Sesama di Tengah Kesulitan
Terkini
Lihat Semua