JQHNU Jatim Dorong Digitalisasi Pembelajaran Al-Qur'an
NU Online · Selasa, 12 Agustus 2025 | 08:00 WIB
Surabaya, NU Online Jatim
Pimpinan Wilayah Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Timur mengajak Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, untuk bekerja sama melakukan digitalisasi pembelajaran Al-Qur'an.
"Sebagai badan otonom (banom) NU yang mewadahi para qari', ahli, dan penghafal Al-Qur'an, kami mengalami keterbatasan di era digital," kata Ketua Dewan Organisasi JQHNU Jawa Timur, Drs HA Ahid Sufiyaji, Ahad (10/08/2025) di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya.
Ia menyampaikan hal itu dalam Rakor JQHNU Jawa Timur yang dihadiri 74 peserta dari 45 cabang JQHNU se-Jawa Timur. Dalam rakor itu, JQHNU juga menandatangani naskah kerja sama dengan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin.
"Sebenarnya, JQHNU mempunyai metode pembelajaran Al-Qur'an yakni Tartila, tapi dalam hal sosialisasi kami masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kami menggandeng Pesantren Al-Yasmin untuk bekerja sama dalam sosialisasi Tartila secara digital," katanya.
Dalam rakor yang juga dihadiri Rais Majelis Ilmi JQHNU Jawa Timur, KH Dzul Hilmi Al-Ghozali itu, Pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, H Helmy M Noor menyatakan siap membantu JQHNU untuk melakukan sosialisasi dan dakwah Al-Qur'an.
"Metode Tartila sudah bagus dan khas JQHNU, tapi sosialisasi metode itu masih sangat kurang, baik pengenalan metode itu maupun pelatihan. Sosialisasi atau pengenalan dan pelatihan secara virtual juga bisa, bahkan sudah seharusnya begitu karena sekarang era digital," terangnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Banjir di Aceh Utara, Ansor Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
6
Kukuhkan Majelis Masyayikh 2026-2031, Menag Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
Terkini
Lihat Semua