Nganjuk, NU Online Jatim
Penceramah kondang KH Anwar Zahid menyampaikan, bahwa dalam menjalani kehidupan keluarga atau membina rumah tangga tentu tidak akan terlepas dari berbagai macam permasalahan. Namun, jika hal tersebut dapat diminimalisir akan membuahkan kebahagiaan tersendiri.
"Membangun keluarga hukumnya wajib. Keluarga harmonis menjadi kunci masyarakat tangguh," kata Kiai Anwar saat memberikan ceramah dalam acara bersih Dusun Depok, Kecamatan Gondang, Nganjuk pada Selasa (26/07/2022).
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah Simo, Bojonegoro ini menuturkan, jika laki-laki dan perempuan dijodohkan karena sebuah perbedaan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, maka setiap pasangan harus sadar jika hal tersebut akan menyempurnakan hidupnya.
"Keharmonisan rumah tangga bukan karena faktor fisik. Pasalnya, banyak yang berparas cantik dan tampan namun tidak bisa mempertahankan kebahagiaan rumah tangganya," sambungnya.
Kunci kebahagiaan selanjutnya adalah masing-masing pasangan bisa saling menutupi kekurangannya. Setiap pasangan tidak boleh mengumbar kekurangan masing-masing dan mengulas permasalahan keluarga kepada orang lain.
Pasangan suami istri diibaratkan seperti pakaian dan kulit dari sisi kedekatannya. Pakaian selalu menempel dengan kulit dan tidak ada jarak yang memisahkan keduanya. Maka, dalam rumah tangga seharusnya ada rasa saling percaya, keterbukaan, tanggung jawab, dan saling setia.
“Di antara orang-orang yang mendapatkan pahala haji di pagi hari dan pahala perang di malam hari adalah mereka yang bisa membangun keluarga bahagia, saling menutupi kelemahan, dan lebih intens bercanda dengan pasangan,” tuturnya.
Terkait bercanda dengan pasangan, Kiai Anwar Zahid menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW selalu menyempatkan waktu bercanda bersama istri, tentu dengan candaan yang tetap penuh adab, kesopanan dan keluhuran akhlak. Sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Thabrani menyebutkan, bahwa Rasulullah adalah orang yang paling banyak bergurau bersama istri-istrinya.
“Selain itu, agar rumah tangga selalu harmonis hendaknya saling memuji antara suami dan istri karena dapat memunculkan manfaat, di antaranya menyapu rasa lelah dan penat setelah bekerja seharian,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua